batampos.co.id – Wacana penempatan Lapas khusus di Natuna oleh Pemerintah Pusat ditolak keras DPRD Natuna. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor.

Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra mengatakan, masyarakat sudah menyatakan penolakan jika di Natuna dijadikan tempat Lapas Khusus penjahat kelas kakap maupun narapidana gembong narkoba.

Bahkan kata Candra, masyarakat Natuna sangat tersinggung dengan pernyataan Ketua DPRD Provinsi yang menyetujui wacara Lapas khusus tersebut ditempatkan di Natuna.

Menurut Candra, banyak dampak negatif bakal terjadi di masyarakat Natuna jika wacana pembangunan Lapas khusus ini direalisasikan. Tidak hanya menjatuhkan citra baik Natuna di mata nasional, namun memiliki kesan negatif ditingkat internasional.

“Jelas kami menolak keras wacana ini (Lapas Khusus) di Natuna. Kami juga tersinggung dengan sikap Ketua DPRD Provinsi mendukung wacana ini. Tentu Lapas khusus bisa melumpuhkan ekonomi dan berdampak sosial, bisa menghambat Natuna berkembang cepat, menjadi Provinsi khusus, ini sangat politis,” tegas Candra, Selasa (7/2).

Candra mengatakan, sudah terdapat contoh nyata ketika satu wilayah dijadiakan Lapas Khusus yang diisi dengan narapidana kejahatan kelas kakap seperti gembong narkoba dan teroris. Kawasan daerah tersebut tidak pernah maju dan berkembang, seperti di Cilacap. Hingga saat ini wilayah tersebut tidak berkembang dan tidak tersentuh investasi, meskipun Lapasnya di Nusakambangan.

Menurut Candra, meski Lapas khusus nantinya dibangun di pulau kosong di Natuna. Dampaknya akan langsung di Natuna secara luas. Karena tetap saja dermaganya di Ranai.

Tidak hanya itu, Natuna lebih mengedepankan pembangunan disektor industri kelautan dan perikanan, pariwisata, industri Migas, Pertahanan dan kelestarian lingkungan, seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Natuna disiapkan menjadi pusat industri pariwisata, perikanan dan migas. Kalau ditempatkan Lapas Khusus yang diisi dengan penjahat kelas kakap, citra baik Natuna akan berubah menjadi tempatnya gembong penjahat,” sebut Candra.

Candra mengatakan, kondisi laut Natuna yang berada diperbatasan negara tetangga akan menjadi sangat rawan terjadinya tindak kejahatan, seperti prompakan.

Candra menilai, misalnya nanti terdapat tahanan gembong narkoba asal Cina maupun dari Thailand dan Vietnam. tentu dengan jarak tempuh yang dekat, bisa saja terjadi upaya mafia narkoba yang membajak pulau.

“Selain itu juga, pulau-pulau kosong di Natuna semuanya produktif. Tidak terdapat pulau karang dan tidak produktif. Bahkan perairannya menjadi lintasan perdagangan internasional dan nelayan tradisional. Jadi jelas wacana ini membatahkan rencana percepatan pembangunan Natuna. Malah menjatuhkan marwah Natuna,” sebut Candra.(arn)

Respon Anda?

komentar