Keberadaan peternakan babi di kawasan Dam Duriangkang membuat pelanggan air bersih di Batam jadi waspada tercemar. (REZZA HERDIYANTO/BATAM POS)

batampos.co.id – Kepada peternak babi di sekitar dam Duriangkang, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melakukan relokasi paksa.

Relokasi dengan pemusnahan tersebut tidak akan disertai dengan biaya ganti rugi, jika pada batas waktu ditentukan para peternak tidak memindahkan babi ke tempat yang jauh.

“Kami berikan mereka waktu untuk menjual ternak mereka. Kalau tidak, kami akan gali lubang, kami tembak babi mereka, lalu bakar kemudian kubur,” ujar Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso, Selasa (7/2).

Budi mengatakan pihaknya telah menyurati seluruh peternak dan masyarakat yang berada dalam kawasan Dam Duriangkang. Pihak Ditpam telah memberikan surat peringatan satu dan dua

Saat ini jumlah peternak babi di sekitaran Dam Duriangkang bertambah dari waktu ke waktu.

“Sebelumnya kami survei 26, sekarang sudah menjadi 33 peternak,” sambungnya.

Bila peternakan itu dibiarkan terus, dalam beberapa waktu ke depan jumlah ini akan terus meningkat.

“Nanti mereka bawa saudaranya, atau kerabatnya. Makin banyak dan sangat menganggu. Hal ini sudah dirapatkan. Tunggu saja,” ungkapnya.

Budi menegaskan, relokasi yang dilakukan pihaknya berdasarkan peraturan daerah Pemko Batam menyebutkan bahwa di Pulau Batam tak dibolehkan untuk peternakan babi.

“Disarankan ternaknya dijual saja dalam waktu dekat,” tuturnya.

Dia menyebutkan, akibat keberadaan peternakan babi ini beberapa pihak menyambangi Ditpam BP Batam. Salah satunya wakil ketua MUI Batam.

“Mereka (MUI) datang. Mereka meragukan juga, apa sah mereka berwudhu dengan air dari kotoran babi,” tuturnya.

Dia mengatakan dari sepengatahuannya, tak hanya kotoran babi saja yang mengalir ke Dam Duriangkang. Tapi ia mendapat kabar pemotongan babi juga dilakukan di sekitar peternakan.

“Dibersihkan di sana, darahnya dibuang di sekitar itu, lalu juga isi perutnya,” ucapnya. (ska/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar