Malcolm Turnbull. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

batampos.co.id – Urusan gaji memang unik. Ada yang kerja ringan gaji gede, eh, ada yang kerja keras gajinya tak gede.

Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull tiba-tiba iri pada Ahmed Fahour. Penyebabnya klasik. Gaji. Fahour yang menjabat pemimpin eksekutif Kantor Pos Australia itu punya pendapatan fantastis tahun lalu. Kabarnya mencapai sekitar sebelas kali lipat gaji Turnbull sebagai kepala pemerintahan Australia.

’’Remunerasi itu terlalu tinggi,’’ kata pemimpin 62 tahun tersebut sebagaimana dilansir Sydney Morning Herald kemarin (8/2).

Dia lantas meminta para pejabat terkait untuk mengevaluasi kembali gaji Fahour. Tahun lalu pria keturunan Lebanon itu mendapatkan remunerasi AUD 5,6 juta atau setara Rp 56,9 miliar.

Padahal, gaji Turnbull pada 2016 hanya mencapai AUD 507.338 (sekitar Rp 5,1 miliar).

Senada dengan Turnbull, para legislator Australia ikut memprotes gaji Fahour. Mereka mendesak Kantor Pos Australia untuk meninjau ulang gaji pemimpinnya.

’’Saya sadar bahwa (kantor pos) adalah perusahaan besar. Saya juga paham perusahaan ini berhasil mengatasi kesulitannya sendiri. Tapi, tetap saja, sebagai pebisnis yang puluhan tahun menggeluti dunia tersebut, gaji itu terlalu besar,’’ papar Turnbull.

Namun, Kantor Pos Australia punya jawaban sendiri. ’’Ini adalah bisnis yang persaingannya sangat ketat. Maka, tidak ada salahnya jika kami juga memberikan gaji yang kompetitif kepada para petinggi kami,’’ jelas John Stanhope, chairman Kantor Pos Australia.

Selain Fahour, beberapa petinggi kantor pos yang lain turut mendapat gaji yang nominalnya fantastis.

Jika pendapatan Fahour yang membuat Turnbull berang itu sudah termasuk bonus dan tabungan pensiun, tidak demikian dengan lima eksekutif kantor pos yang lain. Dalam dokumen yang lantas beredar luas di media tertulis bahwa lima eksekutif kantor pos mendapatkan gaji USD 1,3 juta–USD 1,8 juta atau setara Rp 13,2 miliar–Rp 18,3 miliar. Belum bonus dan tabungan pensiunnya.

’’Kantor Pos Australia adalah badan independen yang berhak mengambil keputusan-keputusan komersial tanpa campur tangan pemerintah. Maka, tidak ada yang salah dengan besaran gaji pemimpin kami,’’ tegas Stanhope.

Dia yakin remunerasi Fahour sudah sesuai dengan kinerjanya. Apalagi, bos Kantor Pos Australia itu juga ikut susah payah membuat kantor pos bangkit dengan menggunakan dana dari kantong pribadinya. (BBC/sydneymorningherald/hep/c15/any/tia)

Respon Anda?

komentar