batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang akan meluncurkan program kesehatan terbarunya di tahun ini. Program itu dinamakan Tante Pau dan Girl. Tujuannya memberikan penanganan medis secara maksimal dalam menekan angka kematian bayi, dari pasca melahirkan hingga berusia lima tahun.

“2016 kami berhasil galakan program menekan angka kematian ibu pasca melahirkan. Bahkan persentasenya hingga nol kasus. Sekarang kami akan menekan angka kematian bayi dengan Tante Pau,” ujar Kepala Dinkes Kota Tanjungpinang, Rustam ketika diwawancarai di Kantornya, Batu 7, Rabu (8/2).

Tante Pau, kata Rustam, berasal dari tangkap, tempel dan pantau. Maksud dengan tangkap itu, merupakan tindakan untuk memastikan ibu hamil memiliki kontak dengan petugas kesehatan terkait kondisi janinnya. Kontak yang harus dilakukan ibu hamil dengan petugas minimal empat kali. Setiap kontak harus memenuhi unsur 10 T (Pelayanan Antenatal Care).

Berikutnya, tempel yaitu tindakan pengawalan ketat kepada ibu hamil dan janinnya. Khususnya ibu-ibu beresiko tingggi seperti menderita tensi tinggi, kurang darah (anemia berat), dan kondisi janin atau bayi sungsang. Kemudian juga bagi ibu hamil yang memiliki riwayat melahirkan tak normal seperti keguguran dan operasi cesar.

Terakhir, pantau yaitu tindakan mengawasi dan memastikan kondisi ibu hamil dan bayinya tetap sehat. Dari pasca melahirkan, nifas hingga tahapan perkembangan bayi sampai lima tahun. Bahkan ibunya akan diwajibkan mengunakan KB agar jarak anaknya tidak terlalu dekat.

“Semua itu tindakan yang dilakukan petugas kesehatan. Dari memastikan kondisi kesehatan ibu hamil sampai melahirkan dan calon bayinya. Sebab kesehtan itu siklusnya hidup dan sampai kapanpun harus ditangani,” bebernya.

Sedangan Girl berasal dari group informasi kelahiran. Group ini diciptakan sebagai wadah komunikasi petugas kesehatan yang terdiri dari bidan, dokter, dan perawat. Mereka semua berasal dari tempat praktek, klinik swasta, pusekesmas, dan rumah sakit.

Petugas dalam Girl ini, lanjutnya, akan menangani persalinan seluruh ibu hamil yang berada di 18 kelurahan. Mereka akan bertugas di wilayahnya masing-masing selama 24 jam. Sehingga dapat dipastikan di Kota Tanjungpinang tidak ditemukan lagi ibu hamil dan bayinya meninggal dunia dalam proses persalinan.

“Jadi untuk menjalankan Tante Pau itu kita ciptakan Girl. Petugas kesehatan dalam Girl inilah yang menangani ibu hamil dan bayinya agar selalu sehat. Dengan begitu angka kematian ibu hamil dan bayi tidak ada lagi di kota ini,” pungkasnya. (ary)

Advertisement
loading...