Iklan

batampos.co.id – Thalib, 49, warga Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan yang hilang tenggelam di perairan Pulau Pucung, Desa Malang Rapat, Gunung Kijang, belum juga ditemukan hingga saat ini, Rabu (8/2).

Iklan

Petugas gabungan yang terus melakukan pencarian masih mengalami kesulitan untuk mencari jazad korban, karena kondisi cuaca yang sedang buruk dan tingginya gelombang arus laut.

“Pencarian masih terus kami lakukan bersama tim SAR (Search And Resque) dibantu nelayan setempat. Namun tingginya gelombang arus laut membuat kami sulit menyusuri perairan mencari korban,” terang Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendriyal, Rabu (8/2).

Hendriyal menuturkan dari informasi yang diperolehnya, kejadian naas yang menimpa korban disebabkan karena terjatuh ke laut dari kelong saat hendak memasang jaring tangkap ikan.

“Saat terjatuh, kakinya terikat jaring, sehingga tak mampu menahan kuatnya arus air laut dan langsung terseret,” jelasnya.

Dikatakan Kapolsek, korban merupakan orang baru yang bekerja sebagai nelayan di daerah tersebut. Namun sudah berani langsung turun ke laut mencari ikan.

“Informasinya dia (korban, red) orang baru melaut. Mudah-mudahan bisa cepat ditemukan,” harapannya.

Sebelumnya lanjut kapolsek, korban tenggelam saat sedang memancing bersama rekannya, Dedi, 36, dan Samsudin, 36, Senin (6/2) lalu. Saat mereka melaut, cuaca sedang buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Sesampainya di kelong, Dedi bersama Samsudin hendak melemparkan jangkar. Namun naas, saat jangkar dilempar, kepala korban tersambar tali jangkar yang sedang turun ke dasar laut, sehingga korban langsung terjatuh dan menghilang ke dasar laut.

“Kami sudah cari dia ke dalam laut, tapi kami tak melihatnya. Mungkin dia (korban, red) terbawa arus,” ujar Dedi.

Kedua rekannya Dedi dan Samsudin, sudah melakukan pencarian. Namun tidak ditemukan. Hingga akhirnya mereka melaporkan kejadian ini kepada warga, lalu dilanjutkan ke Polsek Gunung Kijang, Polair Polres Bintan, dan Basarnas Kepri.

“Upaya melakukan pencarian terus kami lakukan, tapi belum berhasil,” pungkasnya. (cr20)