batampos.co.id – Badan Penelitian Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Anambas menghadiri kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Jemaja yang di gelar di aula Kantor Camat Jemaja. Diantara rencana yang dibahas penanaman sebanyak 10 ribu pohon pala. Karena ini salah satu hasil pertanian yang menjadi andalan peningkatan ekonomi bagi petani.

“Pengahasilan dari pertanian seperti tanaman cengkeh, kelapa dan karet sudah mulai lemah, sebab nilai harganya tidak bisa dipastikan, kadang mahal dan kadang juga anjlok,” ungkap Camat Jemaja Abdulah Sani, saat menghadairi Musrenbang, Senin (6/2).

Namum lain halnya dengan pohon pala, mulai dari kulit bagian luar bahkan bagian dalamnya ditambah daun pala memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan bagi petani yang ada. “Petani di Kecamatan Jemaja meminta penanaman pohon pala dan usulan tersebut bisa dijadikan prioritas oleh pemda,” tambahnya.

Diungkapkan Sani, musrenbang tingkat kecamatan ini merupakan ajang untuk menjaring usulan pembangunan yang diperlukan dari kecamatan untuk pembangunan tahun 2018 mendatang. “Semoga apa yang menjadi usulan masyarakat dapat direalisasi,”

Kata Sani, usulan pembangunan dari masyarakat yang disingkronkan sesuai dengan visi dan misi kepala daerah tentu diharapkan dapat lebih diprioritas seperti pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, perikanan dan pariwisata. “Rencana pembangunan yang telah disusun dapat menjadi pertimbangan bagi pihak Bappeda,” ujarnya.

Sementara Kepala Bappeda Agus Raja Unggul mengatakan, setiap usulan yang diajukan tentu akan di bahas kembali sesuai aturan yang berlaku. Ia berharap usulan rencana pembangunan singkron dengan program prioritas pemerintah daerah.

Perencanaan pembangunan yang diusulkan oleh setiap kecamatan juga akan disesuaikan dengan ketersedian anggaran yang dimiliki daerah. Ia juga berharap setiap kecamatan dapat meningkatkan pendapatan tambahan lain dan peningkatan penghasilan pajak.

Dengan adanya peningkatan pajak terhadap dunia usaha dari pihak swasta, tentu akan bisa membuat suatu daerah lebih maju dan sejahtera. “Rencana yang diusulkan akan di sesuaikan dengan program pemerintah daerah dan ketersediaan anggaran pastinya,” jelasnya.

Jika pembangunan disertakan dengan anggaran, maka pelaksanaan bisa diwujudkan, tapi jika anggaran daerah minim dan dipastikan realisasi kegiatan juga akan terjadi hambatan. “Kita butuh investor untuk membangun peningkatan ekonomi masyarakat, jika berharap penuh dengan pemda lambat,” pungkas. (sya)

Respon Anda?

komentar