batampos.co.id – Dana bergulir dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang dipinjamkan kepada kelompok-kelompok usaha di wilayah Kecamatan Toapaya, tidak sesuai target serapan yang sebelumnya diwacanakan.

Akibatnya, tunggakan utang membengkak yang berimbas pada gagalnya menggelar kegiatan sosial sebagaimana sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya.

Ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Toapaya, Arizon menjelaskan pada tahun ini pihaknya terpaksa membatalkan program sosial sebagaimana pernah digelar pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan, dana bergulir yang dipinjamkan kepada masyarakat banyak tidak tertagih.

“Rencana realisasi RAPB UPK tahun 2016 tidak sesuai harapan. Masih banyak tunggakan pinjaman yang tak tertagih, jadi kegiatan sosial yang menjadi agenda rutin setiap tahun tidak bisa terlaksana,” tutur Arizon usai menggelar rapat membahas laporan tutup buku tahun 2016 di Pasar Tani Toapaya, Rabu (8/2).

Arizon menjelaskan rencana pendapatan pada tahun 2016 sebesar Rp 263.360.000, sementara untuk realisasi pendapatan hanya mencapai Rp 193.808.981.

Dari laporan perubahan modul tutup buku tahun 2016 yang dibahas, sambungnya keuntungan untuk dibagi seperti kegiatan sosial sebesar 15 persen dari keuntungan yang didapat dan dana untuk kelembagaan BKAD sebesar 35 persen dari keuntungan tidak bisa direalisasikan pada tahun 2016.

“Memang alokasi untuk dana sosial serta kelembagaan yang dibagi dari surplus/laba/keuntungan, tidak bisa dibagi karena terjadi minus dari pengelolaan di tahun 2016,” tegasnya.

Lanjutnya, dana bergulir yang dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat dalam mendorong geliat pelaku usaha di wilayahnya. Seperti pinjaman dari dana bergulir yang tidak memakai agunan/jaminan, kemudian sambungnya, bunga yang ditawarkan relatif terjangkau hanya sebesar 15 persen dari pinjaman yang dipakai.

Arizon berharap, dana bergulir PNPM untuk selanjutnya bisa terealisasi sesuai rencana.

“Tahun 2017 nanti, ada Rp 457 juta yang siap digulirkan pada bulan Maret mendatang. Sehingga kelompok usaha seperti home industri serta pelaku usaha dibidang pertanian di Kecamatan Toapaya bisa semakin maju,” imbuhnya.

“Memang untuk perkembangannya sendiri sejak 6 tahun berjalan, sudah ada 180 lebih kelompok yang menggunakan dana ini, kemudian tercatat juga 2.000 lebih masyarakat yang memanfaatkan dana bergulir tersebut,” katanya lagi.

Sementara, Ketua PNPM Toapaya Erwanto menuturkan membengkaknya tunggakan dana bergulir dari PNPM kepada masyarakat disebabkan beberapa faktor. Seperti, lesunya perekonomian saat ini menjadi salah satu faktor masyarakat yang meminjam dana tersebut sulit melunasi utang yang dipinjamnya.

“Karena sebagian besar juga, dana yang dipinjam digunakan bukan untuk usaha. Makanya banyak peminjam dana bergulir PNPM yang sendat-sendat bayarnya,” imbunya. (cr20)

Respon Anda?

komentar