Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Seluruh hotel dan restoran harus memiliki verifikasi kebersihan dan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Batam. Tujuannya tak lain untuk menjadikan Batam sebagai kota pariwisata.

Iklan

“Tugas Dinkes untuk memverfikasi hotel dan restoran. Sebab Batam akan jadi kota pariwisata,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Kantor Walikota Batam, kemarin.

Menurut dia, Dinkes Batam akan langsung memberi penilaian terhadap hotel dan restoran yang telah diverfikasi. Nilai yang diberikan bisa A hingga D, tergantung dari hasil yang di dapat pihak Dinkes setelah memverifikasi.

“Untuk halal sudah harus juga. Kalau nilai A berarti baik semua, B setengah baik, C menunu baik dan D berarti ada yang tak baik,” beber Rudi.

Dikatakannya, penilaian untuk hotel dan restoran akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Ia berharap dengan adanya penilaian wisatawan tidak ragu untuk menginap dan makan di Batam.

“Kalau semuanya bagus, pastilah banyak wisatawan yang datang. Karena itu mohon kerjasama dari pihak hotel dan restoran,”jelas Rudi.

Selain memverifikikasi hotel dan restoran, pihaknya juga tengah membenahi infrastruktur dan jalanan di Batam. Untuk tahun ini saja, ada tujuh ruas jalan di Batam yang diperbaiki. Begitu juga dengan keinginan Rudi yang ingin menyeragamkan warna ruko di Nagoya.

“Semua kita benahi, infrastruktur, jalan dan menyeragamkan warna di ruko-ruko Nagoya. Jadi lebih menarik,” terang Rudi.

Tak hanya itu, Rudi juga berharap agar Badan Penguasahaan (BP) Batam bisa segera menyerahkan pasar Induk. Sehingga Pemko Batam bisa memperbaiki pasar induk dan memindahkan sekitar 2800 pedangang kaki lima disana.

“Kita ingin membersihkan Jodoh Boulivard dan Tos 3000 dari pedangang kaki lima. Karena kawasan itu akan kita tata, kalau masih ada pedagang bagaimana cara kita menata,” jelas Rudi

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardi Winata mengatakan verfikasi hotel dan restoran sangat perlu untuk menjamin kenyamanan, keamanan dan kesehatan para wisatawan. Untuk kapan dilaksanakan verifikasi, masih berkoordinasi dengan persatuan hotel dan restoran indonesia (PHRI) dan majelis ulama islam (MUI) Batam.

“Secepatnya akan kita laksanakan. Kapan waktunya mungkin setelah adanya koordinasi,”pungkas Ardi. (she)