Iklan
Berbagai produk yang bisa dibuat dari unsur babi. F. Ilustrasi.

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Natuna banyak menemukan makanan sudah tidak layak dikonsumsi disejumlah mini market dan toko di Ranai dan sekitarnya.

Iklan

Sekretaris Disperindak Pemkab Natuna Hikmatul Arif mengatakan, makanan dan minuman yang tidak lagi layak konsumsi langsung disita. Saat ini tidak lagi sebatas imbauan, karena sebelumnya sudah sering dilakukan.

“Pemilik usaha kami harap lebih teliti menjual makanan dan minuman yang dipajang ditoko, jika masih ditemukan langsung disita,” kata Hikmatul, Rabu (8/2).

Tidak hanya itu kata Hikmatul, perlu mendapat pengetahun bagi masyarakat dan pemilik mini market dan toko sembako. Karena saat ini terdapat makanan yang tidak halal beredar. Makanan tersebut ditemukan disalah satu mini market di Ranai.

Makanan tersebut kata Hikmat, adalah produk impor dari Thailand. Berbentuk jely dan untuk makanan untuk anak-anak. Namun mengandung lemak Babi. Sepintas tidak terlihat, karena terdaftar makanan luar dari BPOM.

Sidak tersebut sambungnya, sebatas memberikan imbauan kepada kasir di mini market agar tidak menjualnya kepada pembeli kalangan muslim. Karena letaknya bercampur dengan makanan halal lainnya.

“Makanan impor ini produk Thailand, ada label halal. Tetapi bukan halal yang direkomendasikan dari MUI. Memang ini menjadi riskan, karena warga kampung yang beli tidak paham dan jarang meneliti tulisan dikemasan,” ujar Hikmat.(arn)