ilustrasi: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – BP Batam berencana akan kembali mencabut izin 3 lahan tidur, yang selama ini tak pernah dibangun oleh pemiliknya.  Pencabutan ini masih menunggu hasil evaluasi, serta niat baik dari pemilik lahan.

“Sedang diproses di bagian lahan,” kata Direktur Humas BP Batam, Andi Antono saat dihubungi Batam Pos, Kamis (9/2).

Andi membeberkan kenapa prosesnya cukup lama, untuk mencabut lahan tidur tersebut. Disebutkannya bahwa pihak BP Batam tak ingin serta merta langsung cabut lahan tersebut, namun terlebih dahulu menanyakan lahan yang didapat para pengusahan ini nantinya dibangun seperti apa.

“Kalah gak sanggup, dikembalikan saja,” ucapnya.

Para pengusaha yang memiliki tiga lahan tidur yang akan dicabut ini. Disebutkan oleh Andi, bila masih ingin membangun dilahan tersebut, terlebih dahulu harus menyertakan uang jaminan ke BP Batam.

“Hal ini untuk menjamin si pengusaha akan membangun lahan itu atau tidak,” tuturnya.

Berapa hektare lahan yang akan dicabut tersebut dan dimana tempatnya ?

“Waduh saya gak bisa sebutkan, kami masih menunggu itikad baik dari pemilknya. Sebab kalau mereka mau bangun, gak jadi dicabut. Kami tunggu lah hasil evaluasi dari bagian lahan,” ujarnya.

Andi mengatakan saat ini pihaknya cukup ketat, dalam proses pengalokasian lahan.

“Pimpinan saat ini sangat berhati-hati. Setiap perizinan harus sesuai dengan proses yang berlaku,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai beberapa lahan tidur lainnya, yang masih belum dibangun oleh pengusaha. Tapi belum ada tindakan dari BP Batam. Andi menjawab bahwa proses evaluasi dilakukannya oleh BP Batam, benar-benar dilakukan secara rinci dan detail. Dan tak bisa dilakukan secara semberono. Sebab bila prosedur yang ada tak dijalani, BP Batam bisa berhadapaan dengan hukum.

“Kalau gak sesuai dengan prosedur, bisa menimbulkan kasus hukum nantinya. Jadi kami benar pelan-pelan dalam menangani kasus ini,” tuturnya.

Setelah adanya kejelasan lahan tersebut, tak akan dibangun. Andi menyebutkan baru pihaknya berani mengambil langkah tegas.

“Saat ini masih dalam evaluasi, nanti akan kami kabarkan,” ungkapnya. (ska)

Respon Anda?

komentar