batampos.co.id – Compassion in World Farming, lembaga amal dunia, mereka mengingatkan agar konsumen daging ayam memberikan perhatian ekstra pada daging ayam mentah. Dalam video yang diposting di YouTube, Compassion in World Farming meminta konsumen untuk memperhatikan garis putih yang ada pada daging ayam mentah.

Diungkapkan dalam video itu, daging ayam, terutama bagian dada, umumnya tidak berlemak. Tetapi, seiring dengan industri pertanian yang berubah dan tingginya permintaan, daging ayam tersebut sekarang memiliki garis putih yang disebut lembaga tersebut sebagai hasil dari proses peternakan yang intensif.

Lembaga yang berbasis di AS itu memang memiliki tujuan untuk mengakhiri pabrik ternak. Mereka mengedukasi publik mengenai makanan sehat dan bebas kejahatan terhadap hewan ternak. Disebutkan Compassion in World Farming, garis putih tersebut timbul bila unggas dibesarkan dan dikembangkan dalam peternakan pabrik.

Umumnya, daging dada ayam lembut, empuk, dan memiliki lemak di bagian lapisan luar. Tetapi, ayam dari pabrikan saat ini punya garis lemak di bagian dalam daging itu sendiri. Itu bisa terjadi karena peternak berusaha mengembangkan ternaknya dalam jumlah besar. Jadi, mereka melakukan banyak hal agar ternak tersebut bisa tumbuh lebih besar dan lebih cepat. Buntutnya, ayam bakal lebih banyak lemaknya.

Pada 2016, studi Universitas Arkansas dan Texas A&M menyimpulkan kalau garis putih pada daging ayam meningkat dalam tahun-tahun belakangan ini. Ilmuan menemukan garis putih tersebut pada 96 persen dari 285 ayam yang mereka periksa. Garis putih itu juga mempengaruhi kualitas daging.

”Daging tidak lembut dan tidak bisa menyerap bumbu dengan baik,” papar peneliti.

Daging ayam terbukti kaya protein.

”Ayam, selama tidak dibikin roti dan goreng kering dalam minyak banyak, adalah sumber protein sehat. Juga mengandung vitamin B, zat besi, and vitamin B12,” kata Direktur Nutrisi Good Housekeeping Institute Jaclyn London, R.D. (The Sun/tia)

Respon Anda?

komentar