Iklan

 

Keramba jaring apung pulau tiga. foto : Batampos
Iklan

batampos.co.id – Dinas Perikanan Kabupaten Natuna terus meningkatkan produksi budidaya ikan kerapu di Natuna, melalui program revitalisasi keramba jaring apung yang tidak lagi produktif.

Kepala Bidang Pengelolaan Pemberdayaan Usaha Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Pemkab Natuna Zakimin mengatakan, saat ini terdapat 80 unit keramba jaring apung tidak produktif dibeberapa Kecamatan. Sehingga akan ditarik dan dikumpulkan di Sedanau.

“Keramba jaring apung yang tidak produktif akan direvitalisasi untuk usaha perikanan budidaya,” kata Zakimin, Kamis (9/2).

Saat ini kata Zakimin, sudah terdapat 80 unit keramba jaring apung tidak produktif dan kondisi rusak. Ditarik dari kelompok nelayan karena sudah tidak digunakan. Keramba tersebut juga bantuan dari pemerintah tahun sebelumnya.

Namun melalui kemitraan dengan kelompok nelayan, koperasi dan perusahaan. Usaha budidaya perikanan dimaksimalkan. Dengan melibatkan tim leader dari balai budidaya ikan laut Batam, produksi ikan budidaya akan meningkat.

80 unit keramba jaring apung yang direvitalisasi ini katanya, diperkirakan membutuhkan 40 ribu benih kerapu. Namun untuk tahap pertama diberikan 13 ribu benih, yang direncanakan ditebar bulan April mendatang.

“Saat ini sudah terdapat empat kelompok nelayan yang mengelola keramba jaring apung di Sedanau hasil revitalisasi. Mereka akan bermitra dengan koperasi dan perusahaan yang membidang ekspor kerapu di Sedanau,” kata Zakimin.

Dikatakan Zakimin, program revitalisasi sangat tepat. Mengingat terdapat 520 unit keramba jaring apung diberikan Pemerintah kepada kelompok nelayan namun terdapat sebagian kurang produktif. Karena mereka gagal dalam pemeliharaan.

“Bantuna keramba jaring apung ini sebenarnya ditahun pertama sudah dibantu benih dan biaya lainnya. Tetapi hanya sebagian masih berjalan, tetapi sebagian lagi tidak produktif. Sehingga dilakukan revitalisasi untuk peningkatan ekspor ikan kerapu di Natuna,” ujar Zakimin.(arn)