batampos.co.id– Hingga saat ini, komix sebagai obat batuk yang dijual bebas sering disalahgunakan, bahkan sudah menimbulkan kekawatiran masyarakat di Ranai.

Pasalnya, obat batuk ini digunakan untuk mabuk dikalangan remaja. Hampir disetiap tempat tongkrongan sering ditemukan bungkusan komix berserakan, seperti kawasan pantai Kencana, masjid agung, kawasan pasar tradisional Ranai.

Lurah Ranai, Said M Fadly mengatakan, penyalahgunaan komix dikalangan remaja ini, pihaknya sudah banyak menerima laporan keluhan. Kecamatan sudah mengeluarkan edaran agar pedagang, baik toko maupun kios-kios dan apotek tidak sembarang menjual komix, terutama kepada remaja.

Dikatakan Fadly, edaran ditujukan kepada Keamanan lingkungan, RW dan RT agar berpartisipasi mencegah penjualan secara bebas obat batuk komix kepada remaja.

“Penyalgunaan komix sudah menjadi dilema dimasyarakat. Barangnya mudah didapat, sehingga pedagang perlu membantu pemerintah, agar remaja tidak rusak secara mental,” ujar Fadly, Kamis (9/2).

Selain itu menurut Fadly, peran orangtua sangat membantu mengawasi pergaulan remaja saat ini. Ketika sudah diluar sekolah, melalui pengawasan teman-teman mereka.

“Pedagang dan apotek kami imbau, tidak sembarangan menjual obat obatan kepada remaja. Bukan hanya komix saja, yang sering disalahgunakan, tapi masih banyak jenis obat lainnya,” ujar Fadly.

Seperti diketahui, mengkonsumsi obat batuk komix menjadi kebiasaan kalangan remaja di Ranai agar ngeplai. Obat tersebut dioplos kedalam minuman beralkohol maupun minuman berenergi dalam jumlah dosis yang banyak dan tidak dianjurkan dokter untuk kesehatan.

Tidak jarang remaja -remaha ngomix ini kedapatan, namun remaja-remaja ini yang sering kedapatan ini tidak pernah mendapat pembinaan dan tindakan. Padahal kebiasaan akan merusak generasi lainnya dan berimbas pada tindak kriminal.(arn)

Respon Anda?

komentar