batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Kota Tanjungbalai Karimun berhasil menangkap Muzammil alias Jamil, 22 yang merupakan tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) yang dilakukan pada Kamis (9/2) malam di rumah korban, Nanda di Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun yang menyebabkan kerugian belasan juta rupiah.

”Tersangka ditangkap tadi siang (kemarin, red) di semak-semak Parit Rampak, Kecamatan Meral pada saat akan melarikan diri menunggu kapal Roro akan ke Batam. Bahkan, sebelum tertangkap, usai mencuri tersangka Muzammil langsung dugem ke tempat hiburan malam. Setelah itu, baru tidur di dalam hutan agar terhindar dari ditangkap polisi. Dan, pada saat akan ditangkap, tersangka sempat meklarikan diri,” ujar Kapolsek Kota Tanjungbalai Karimun, AKP Lulik Febyantara kepada Batam Pos, Jumat (10/2).

Berdasarkan laporan korban, kata Kapolsek, pencurian terjadi pada saat korban meninggalkan rumah sejak pukul 19.00 WIB. Dan pulang pukul 22.00 WIB. Pada saat akan membuka pintu yang digembok, ternyata sudah terbuka. Korban sudah menduga pasti ada maling yang masuk ke dalam rumah dengan cara merusak gembok pintu. Kemudian, korban masuk ke dalam kamar dan memeriksa lemari pakaian ternyata uyang Rp9 juta sudah tidak ada lagi. Ditambah tiga unit ponsel yang ada di dalam juga hilang, sehingga total kerugian sekitar Rp11 juta.

”Pada saat tersangka berhasil ditangkap barang bukti ponsel masih ada. Sedangkan, uang Rp9 juta juga masih ada, hanya saja jumlahnya sudah tidak utuh lagi. Sebab, sesuai pengakuan tersangka pergi ke tempat hiburan malam dan menghabiskan uang hampir Rp2 juta. Kemudian, tersangka sempat membeli jam tangan di pasar malam. Saat ini, tersangka masih dalam proses pemeriksaan untuk mengetahui apakah pernah melakukan tindak pidana yang sama ditempat lain,” papar Lulik.

Tersangka Muzammil kepada Batam Pos mengaku bahwa memang sejak berhenti dari periusahaan galangan kapal, dia suliut untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga untuk memenuhi klebutuhan sehari-hari tidak punya uang lagi. ”Tempat tinggal saya kontrak bersama-sama teman. Tapi, tetap saja harus bayar uang sewa kamarnya. Sedangkan, saya sudah tidak punya pekerjaan lagi. makanya, saya ambil jalan pintas dan memang berhasil. rencananya jika tidak tertangkap, saya memang mau ke Batam,” jelasnya. (san)

Respon Anda?

komentar