batampos.co.id – Selajn persoalan pelayanan buruk, masyarakat masih dikeluhkan ketersediaan obat di Rumah Sakit sering terjadi kekosongan.

Namun, pihak rumah sakit beralasan, terjadinya pembayaran pajak ganda menjadi kendala untuk distributor obat.

Dirut RSUD Natuna, Faisal mengatakan, sebelumnya Rumah Sakit menerapkan pajak setiap belanja obat. Namun karena lewat Batam, sehingga pajaknya ganda.

“Obat sering kosong bukan karena anggaran atau transportasi. Tapi pihak distributor yang tidak bersedia, karena ada pajak yang dibebankan sampai dua kali. Pertama pajak PPH, PPN, lalu pajak keluar barang dari Batam. Jika hilangkan pajak PPH PPN makan jadi temuan,” kata Faisal kemarin.

Sehingga saat ini sambungya, tidàk ada distributor yang sanggup. Berbeda dengan Dinas Kesehatan, pengadaannya dalam jumlah besar, sementara RSUD belanja sesuai kebutuhan melalui BLUD.

“Kondisi ini sudah dikoordinasikan dengan pak Bupati dan BPK, namun solusinya belum ada” ujar Faisal.

Dikatakan Faisal, pendistribusian obat dilaksanakan dengan sistem zonasi. Dan harus lewat Batam. Sementara lewat jalur Pontianak tidak terdapat aturan mekanisme dalam pendistribusian.

“Natuna masuk zona Kepri jadi harus lewat Batam. Sementara Batam kawasan FTZ, jadi ada pajak tambahan,” ujar Faisal.(arn)

Respon Anda?

komentar