ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Yumasnur mengatakan tahun ini pihaknya telah menganggarkan sedikitnya Rp 12,5 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 untuk pembelian enam alat berat.

“Antisipasi banjir, jadi kami tambah lagi alat-alatnya, sebelumnya kami sudah punya beberapa alat berat,” kata Yusmanur, Jumat (10/2).

Keenam alat berat tersebut diantaranya, lima unit jenis long arm ukuran besar dan biasa, dan satu unit jenis amphibi.

Pembelian alat berat ini untuk mendukung pengerjaan peremajaan dan normalisasi puluhan drainase yang ada di Kota Batam. Seperti di Sungaibinti, perumahan kartini raya, Seilangkai, cikitsu family, Bengkongsadai, Swadebi, sungaitering, mangsang, dan tempat lainnya.

Tahun ini lanjutnya, selain fokus pada pengerjaan jalan baik itu pelebaran maupun pengaspalan. Normalisasi dan pembenahan drainase juga akan dilakukan.

“Merata di sembilan kecamatan yang di mainland (perkotaan, red),” ujar dia.

Dia menambahkan sedimen yang menumpuk saat ini merupakan salah satu penyebab banjir, selain penyempitan drainase atau penimbunan sungai.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan developer, hingga Badan Pengusahaan(BP) Batam untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari salah satunya penimbunan sungai.

“Kami terus melakukan  komunikasi, karena masalah banjir bukan hanya pemerintah, tapi juga semua pihak yang terlibat dengan pembangunan Kota Batam.

Dia tidak keberatan dengan pertumbuhan pembangunan saat ini, namun pria yang akrab disapa Yu ini meminta kepada pengembang untuk memikirkan estetika bangunan sebelum mulai pengerjaan.

“Jangan sampai pembangunan menghambat aliran air.  Pihak yang membangun juga harus menyiapkan saluran yang memadai sebagai tempat pembuangan,” imbaunya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan banjir merupakan slaah satu masalah yang harus diselesaikan pada tahun ini. Pemerintah juga telah memberikan anggaran yang cukup besar kepada dinas terkait, demi mencari solusi agar Batam bisa terbebas dari banjir.

“Selain masalah sampah, tahun ini jangan ada warga yang kebanjiran lagi, kami sudah anggarkan cukup besar dan berharap masalah banjir bisa diatasi,” kata Rudi beberapa waktu lalu.

Untuk masyarakat sendiri, Rudi meminta untuk tidak menutup aliran air, atau membangun diatas saluran pembuangan, hal ini akan menyulitkan, jika nanti terjadi penyumbatan.

“Bersama- sama lah. Yang jelas tahun ini kami akan berusaha meminilir terjadinya banjir,” ucapnya. (cr17)

Advertisement
loading...