Iklan
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Tak berjualan di sepanjang jalan R Soeprapto, lapak pedagang simpang Dam pindah di ruas jalan S Parman Seibeduk, yang jadi masalah selain di RoW jalan mereka jualan di lengan jalan.

Iklan

Pantauan Batam Pos, para pedagang tersebut mulai jualan dari sore hari hingga malam. Barang jualan beragam, dari pakaian bekas hingga jual ayam penyet.

Dikonfirmasi, Ketua Tim Terpadu Pemko Batam Syuzairi mengatakan pihaknya akan memberdayakan Satuan Polisi Pamong Praja kecamatan untuk mencegah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) baru.

“Nanti kami akan rapatkan dulu, dan berdayakan Satpol kecamatan,” kata Syuzairi melalui pesan pendek.

Ke depan, sebagai media penghubung antara masyarakat dengan pihaknya, Pemko Batam akan menggagas call centre. Melalui ini, masyarakat bisa langsung melapor.

“Saya akan gagas call center untuk laporan masyarakat khusus bagi PKL yang mulai bangun,” katanya.

Menurutnya, kini kesulitan pihaknya adalah menyamakan persepsi terkait pro kontra. Namun demikian, demi estetika kota pihaknya tak akan ragu melakukan penertiban asal ada solusi untuk para pedagang yang kena dampak penertiban.

“Yang sangat mengganggu tetap ditertibkan,” katanya.

Selain itu ditengah keterbatasan anggaran, pihaknya juga mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak membangun bangunan apapun di atas row jalan. (cr13)