Empat unit minibus terparkir disalah satu rumah warga di jalan Makam Pahlawan. Foto : Batampos.

batampos.co.id – Bantuan lima unit minibus dari Kementerian Dalam Negri yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) belum juga dapat dimanfaatkan masyarakat. Kelima unit minibus yang semula direncanakan untuk mengatasi kendala konektivitas antar desa dan wilayah pesisir ini malah dibawa ke Dabo Singkep untuk keperluan yang tidak diketahui.

Pantauan Batam Pos di lapangan, sejak awal bulan Januari lalu, ke lima unit minimbus dibawa ke Dabo Singkep untuk mobilisasi pelantikan ratusan guru di Resang, Singkep Barat. Awalnya minibus diparkir di kantor Dishub Daik. Hingga kegiatan selesai, kelima unit minibus untuk warga pesisir belum juga dikembalikan ataupun diserahkan kepada masyarakat.

Pantauan di lapangan, 4 unit minibus terparkir disalah satu rumah warga di jalan Makam Pahlawan. Sedangkan 1 unit minibus nampak lalu lalang di jalan umum kota Dabo.

Pada Agustus 2016 lalu melalui mantan Kabid Darat Dishub Lingga, Rahadi mengatakan pengadaan transportasi darat menelan biaya Rp 2,8 Miliar dari DAK Kemendagri.

“Pegelolaannya melalui kelompok desa yang berbadan hukum. Boleh dikelola BUMD atau dibawah Dishubkominfo,” ungkpanya beberapa waktu lalu.

Sedangkan peruntukannya, dari 5 unit minibus untuk menunjang akses darat di pulau Lingga dan Singkep. 3 unit di Lingga dan 2 unit lagi di Singkep. Khusus di Lingga, dishub merencanakan untuk menunjang akses darat warga di Pelabuhan Penarik, Pelabuhan Sungai Tenam kecamatan Lingga dan Kelurahan Pancur kecamatan Lingga Utara. Sedangkan 2 unit lagi untuk transportasi darat Singkep Barat dan Singkep Selatan.

Terkait minibus untuk transportasi masyarakat tersebut yang kini berada di Dabo Singkep belum dapat diketahui secara pasti. Kabid Darat Dishub Lingga, Nofrizal yang coba dihubungi ke nomor pribadinya tidak menjawab. Begitu juga SMS yang dikirim awak media tiak balas. (mhb)

Respon Anda?

komentar