batampos.co.id – Pelabuhan Penyeberangan Bulang Linggi, Kecamatan Bintan Utara banjir dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter, Minggu (12/2). Banjir ini terjasi setelah hujan deras yang mengguyur selama dua jam di wilayah Tanjunguban.

Kondisi ini cukup memprihatinkan, sebab terjadi di area pusat berpindahnya masyarakat dari Batam ke Tanjunguban, atau sebaliknya.

Salah satunya, Diana, 27, warga pendatang yang baru sampai dari Batam ini mengaku hujan yang terjadi di wilayah Tanjunguban tersebut memang sangat deras.

“Dari pagi memang sudah kelihatan tandanya akan hujan deras, karena awan sudah terlihat mendung. Sempat ragu ingin menyeberang, karena cuaca juga kurang bagus. Tapi alhamdulilah, bisa sampai dengan selamat ke sini (Tanjunguban, red),” ujarnya, di Pelabuhan Penyeberangan Bulang Linggi, Minggu (12/2).

Dia berharap, pemerintah setempat bisa segera mencari solusi untuk mengatasi banjir tersebut, agar tidak terjadi lagi untuk selanjutnya, karena dengan kondisi tersebut, tentunya akan sangat mengganggu akses jalan bagi masyarakat yang ingin melewati jalan tersebut.

“Maunya, segera ada upaya dari pemerintah untuk bisa meminimalisir banjir yang kerap terjadi saat hujan. Kasihan juga pengendara yang lewat. Apalagi yang pakai motor, bisa mogok kena air motornya,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait dengan banjir yang terjadi di Pelabuhan, Camat Bintan Utara, Azwar, tidak mengangkat ponselnya.

Sebelumnya, terkait dengan permasalahan banjir di Tanjunguban tersebut pernah dibawa ke Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Dimana Camat Bintan Utara siap mengakomodir usulan warga Tanjunguban untuk melakukan perbaikan gorong-gorong, guna meminimalisir banjir yang kerap terjadi di Tanjunguban. (cr20)

Respon Anda?

komentar