batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memberikan peringatan waspada kepada masyarakat yang berpergian menggunakan jasa kapal maupun pesawat. Sebab kondisi cuaca yang melanda Kepri sangat ekstrim.

Iklan

“Daerah ini (Kepri,red) dilanda cuaca ekstrim. Kami harapkan masyarakat berhati-hati jika berpergian jauh. Kalau bisa perginya tunggu cuaca membaik,” ujar Kepala BMKG Tanjungpinang, Dhira Utama, Senin (13/2).

Bedasarkan data prakiraan cuaca, kata Dhira, Kepri sedang dilanda angin utara. Kecepatan hembusan angin itu bisa mencapai 05 sampai 40 Kilometer perjam. Kemudian kadar kelembapannya sebesar 70 sampai 80 persen dengan suhu 24 sampai 31 derajat celecius.

Sedangkan untuk ketinggian gelombangnya, lanjut Dhira, bisa mencapai 0,2 hingga lima meter. Diantaranya ketinggian gelombang peraiaran Tanjungpinang mencapai 0,2 hingga satu meter, ketinggian gelombang perairan Batam mencapai 0,2 hingga 1,3 meter, ketinggian gelombang perairan Bintan mencapai satu hingga tiga meter dan ketinggian gelombang perairan Anambas dan Natuna mencapai 1,3 hingga lima meter.

“Kondisi inilah yang harus menjadi perhatian bersama bagi penumpang kapal. Khususnya yang hendak berangkat ke Natuna, Anambas, Bintan dan Lingga,” katanya.

Selain gelombang tinggi dan angin kencang, sambung Dhira, Kepri juga dilanda awan cumulonimbus (CB). Awan ini dapat menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang. Bahkan kedatanganya sangat susah untuk diprediksi atau hadir secara tiba-tiba.

Meskipun kondisi cuaca ekstrim untuk jarak pandangan pelayaran maupun penerbangan tidak mengalami gangguan atau nol titik. Tetapi hujan ringan akan melanda untuk beberapa hari kedepan. “Kami harapkan masyarakat tetap waspada. Dan pentingkanlah keselamatan diri sendiri ketimbang urusan lain. Karena cuaca buruk bisa saja datang secara tiba-tiba,” ungkapnya. (ary)