Iklan

batampos.co.id – Hingga semester II tahun 2016, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Karimun, telah mencatat jumlah penduduk meningkat menjadi 240.170 jiwa. Sebelumnya, hanya tercatat sebanyak 238,700 jiwa. Paling tinggi pertambahan penduduk berada di Pulau Karimun besar.

”Benar terjadi peningkatan jumlah penduduk kita. Penambahan penduduk tersebut diakibatkan perpindahan penduduk dari luar yang akan menetap di Karimun dan ditambah dengan jumlah ibu yang melahirkan di tahun tersebut,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Karimun M Tahar, Senin (13/2).

Penambahan penduduk dikarenakan banyak tenaga kerja dari luar yang memboyong keluarganya pindah ke Karimun. Termasuk instansi vertikal yang bertugas di Karimun, ditambah jumlah bayi yang melahirkan. Namun, untuk jumlah bayi yang melahirkan datanya ada di Dinas Kesehatan Karimun.

”Kita (Disdukcapil-red), tidak ada pungutan sepeserpun dalam mengurus administrasi perpindahan penduduk. Asalkan, persyaratan di ikuti sesuai prosedur. Tapi, kalau meminta bantuan ke orang lain untuk mengurusnya ya itu tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak. Yang penting ikuti prosedur yang ada,” tegasnya.

Sementara dalam pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-e), pihaknya masih terkendala blangko dari Pusat. Namun demikian, masyarakat yang telah melakukan perekaman data untuk sementara diberikan surat keterangan sementara yang dikeluarkan oleh Dinas. ”Kita imbau kepada masyarakat silakan lakukan perekaman di kecamatan masing-masing. Agar nanti saat blangko sudah datang, bisa langsung diproses,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Karimun dipadati oleh masyarakat yang mengurus administrasi baik KTP, KK, surat kelahiran, surat kematian dan sebagainya. Tanpa di pungut biaya sepeserpun oleh petugas.
”Baguslah, proses cepat asal persyaratan lengkap saja. Ini saya urus pecah KK, tidak lama antrinya dan prosesnya cepat juga,” ucap Kahar warga Tanjungbalai Karimun. (tri)

Advertisement
loading...