Iklan

batampos.co.id – Ketua pengurus Rumah Tekat Tudung Manto ‘Halimah’, Said Asy’ary mengatakan kunjungan wisatawan meningkat saat akhir pekan. Selain datang untuk melihat langsung cara pembuatan prodak budaya yang telah diakui sebagai warisan Budaya Indonesia, wisatawan juga dapat belajar.

Iklan

Sejak dibuka pertengahan tahun 2016 lalu, Rumah Tekat Tudung Manto ‘Halimah’ yang berada di Kampung Mentok, kata Ari menjadi salah satu bagian wisata budaya di Bunda Tanah Melayu. Keunikan Tudung Manto menjadi salah satu tawaran menarik di Daik Lingga.

“Setiap akhir pekan kunjungan selalu meningkat. Baik lokal maupun dari luar daerah,” kata Ari kepada Batam Pos, Senin (13/2).

Pada Minggu (12/2) kemarin, dikatakannya wisatawan dari pulau Sumatra yakni provinsi Bengkulu juga datang berkunjung.

“Tujuannya jalan-jalan. Ada 25 wisatawan yang datang melihat bagaimana ibu-ibu kita disini membuat Tudung Manto,” jelas Ari.

Adanya rumah Tekat ini ke depan diharapkan Ari menjadi referensi prodak khas budaya melayu di Kabupaten Lingga. Selain meningkatkan hasil produksi dan penjualan, sasaran lain jelas Ari adalah sebagai referensi dan pembelajaran bagi siswa-siswi khususnya di Kepulau Riau (Kepri) agar lebih mengenal kebudayaan lokal sebagai identitas. (mhb)