(Sesuai arah jarum jam) Kim Jong-nam kecil bersama Kim Jong-il, Jong-nam setelah dewasa, adik ketiganya Kim Jong-un yang menjadi pemimpin Korut, Jong-nam. (Reuters, AP)

batampos.co.id – Kim Jong-nam, Kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, diduga diracun dengan cara disuntik.

Dikabarkan, ia dibunuh oleh dua perempuan pembunuh bayaran di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Demikian dilansir kantor berita Yonhap mengutip sumber Malaysia.

Dilaporkan Reuters, Kim Jong-nam yang merupakan anak pertama mendiang ditaktor Korut Kim Jong-il, meninggal saat hendak menuju rumah sakit pada Senin (13/2).

Dia dibawa ke RS setelah tiba-tiba pingsan di bandara. Usai kejadian, merujuk pada sumber pemerintah, dua perempuan yang berada di dekat Kim Jong-nam saat kejadian langsung berlari meninggalkan tubuh Jong-nam yang terjatuh. Mereka memanggil taksi dan pergi begitu saja.

Abdul Aziz Ali, wakil komisioner Bandara Internasional Kuala Lumpur, mengatakan kalau lelaki berusia sekitar 40 tahun ditemukan di bandara dalam keadaan sakit. Petugas bandara langsung membawanya ke RS namun belum sampai RS, lelaki itu sudah meninggal dunia.

”Kami tidak memiliki dan mengetahui detail identitas lelaki Korea ini,” kata Abdul.

Kim Jong-nam memang dibuang dari daftar warisan karena dianggap mempermalukan keluarga. Itu terjadi setelah Jong-nam masuk Jepang pada 2001 dengan paspor palsu. Dia juga mengunjungi Disneyland dengan mengunakan nama palsu Pang Xiong yang artinya beruang gendut dalam bahasa Mandarin.

Dilansir Daily Mail, lelaki 45 tahun itu pernah mengungkapkan takut akan kehilangan nyawa setelah ditendang dari Pyongyang. Sejak saat itu, Jong-nam tinggal dalam pengasingan. Sebagian besar dia tinggal di Macau. Jong-Nam yang juga pengacara reformasi di Korut pernah mengatakan kepada media Jepang kalau dia menentang peralihan kekuasaan ala dinasti dari keluarganya.

Berita kematian Jong-nam memang belum jelas. Namun, bila terbukti, ini adalah kasus paling besar di bawah kepemimpinan Jong-un setelah paman Jong-un, Jang Song-Thaek dieksekusi pada Desember 2013. Song-Thaek dieksekusi karena takut akan menjegal jalan Jong-un menjadi pemimpin Korut.

Pada 2011, Jong-nam disebutkan lolos dari percobaan pembunuhan di Macau. Saat itu bodyguard-nya baku tembak dengan pembunuh bayaran. Setelah itu, Jong-nam keluar Macau.

Tetapi pada 2015, disebutkan Jong-Un memberikan pekerjaan kepada abangnya tersebut di kementerian luar negeri Korut. Tugasnya mengurus hubungan dengan Jepang. (*/tia)

Respon Anda?

komentar