ilustrasi Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Program subsidi bantuan uang muka (SBUM) perumahan dari Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) benar-benar dimanfaatkan oleh untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Batam.

Perumahan Putra Jaya Reseidence, Tanjunguncang, Batuaji yang masuk kategori perumahan bersubsidi misalkan dari seribuan unit yang dialokasikan sebagai rumah bersubsidi kini tertinggal hanya satu unit saja.

“Yang tipe standar (28/72) tinggal satu, yang hook masih ada beberapa tapi mau habis (terjual) juga,” ujar Ramon, marketing di kantor pemasaran perumahan Putera Jaya Residence di Tanjunguncang, Selasa (14/2).

Sejak dipasarkan tahun 2015 lalu rumah-rumah bertipe standar itu langsung diminati oleh warga berpenghasilan rendah. Itu karena harga jual rumah tersebut sudah dipotong subsidi dari pemerintah, baik itu untuk uang muka ataupun bunga KPR. Untuk uang muka subsidinya Rp 4 juta dan selanjutnya ada pemangkasan bunga KPR 5 persen dengan sistem flat.

“Makanya laris di sini,” kata Ramon lagi.

Untuk perumahan Putra Jaya Residence sendiri rencananya akan tersedia sekitar 2.000 unit rumah KPR bersubsidi namun yang sudah terealisasi baru sekitar 1500 an unit.

“Sisanya sekitar 400 san unit tapi belum dibangun. Rencananya Juli ini mulai dibangun, tapi harganya sudah lain nanti,” kata Ramon.

Selain di Putera Jaya, perumahan subsidi lainnya di daerah Marina seperti Rhabayu Regency, Laguna Regency dan beberapa perumahan lainnya juga sudah habis terjual.

Ribuan unit rumah yang dapat program subsidi tersebut umumnya sudah terjual semua meskipun beberapa diantaranya belum ditempati.

“Karena cicilan dan uang mukanya cukup rendah makanya laris di sini,” ujar Heri, warga di perumahan Rhabayu Regency.

Secara umum pantauan di lapangan, rumah-rumah yang mendapat bantuan subsidi tersebut adalah rumah berukuran standar tipe 28 dengan luas lahan yang berbeda-beda dari satu perumahan dengan perumahan lainnya. Rumah tersebut dibangun secara sederhana dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi di dalam rumah.

Mereka masih memiliki sisa tanah untuk perluasan secara mandiri. (eja)

Respon Anda?

komentar