Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI S Irawan, melihat bawang merah dan buahan yang hendak di selundupkan di kapal KM Rizky Indah. F Batam Pos

batampos.co.id – Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang kembali menggagalkan upaya penyelundupan. Kali ini upaya penyelundupan bawang merah dan buah-buahan ilegal, yang dibawa kapal KM Rizky Indah dari Malaysia, di perairan Selat Dempo, Pulau Galang, Senin (13/2) lalu.

Penangkapan yang dilakukan tim WFQR bukanlah suatu kebetulan. Sebab, kapal tersebut telah menjadi target operasi karena disinyalir telah berulang kali melakukan tindakan illegal berupa penyelundupan barang dari luar negeri.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan mengatakan kapal berbendera Indonesia tersebut dinakhodai oleh AR bersama dua orang ABK dengan tujuan Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, kapal tersebut bermuatan 600 karung kurang lebih beratnya 15 ribu kilogram dan 50 karung buah-buahan yang tidak dilengkapi dokumen manifest muatan kapal. Selain itu, Surat Pemberitahuan Berlayar yang ditunjukkan oleh kapten kapal tidak sesuai,ujar Irawan, Selasa (14/2).

Dikatakan Irawan, modus yang digunakan oleh pelaku penyelundupan Bawang dan buah-buahan ini. Sama dengan yang dilakukan pelaku lainnya. Yakni membawa barang dari luar negeri masuk ke Batam terlebih dulu baru didistribusikan ke daerah lainnya.

“Selanjutnya dengan memanfaatkan cuaca buruk yang akhir-akhir ini terjadi di perairan Kepri. Mereka mencoba mencari kelengahan petugas untuk membawa barang selundupan ke berbagai daerah dengan menggunakan kapal dengan tonase yang lebih kecil,”ucap jenderal Bintang Satu itu.

Akibat yang ditimbulkan dari ulah para penyelundup ini, terang Irawan, apabila diakumulasikan jelas-jelas Negara mengalami kerugian yang signifikan. Mereka sengaja berusaha menghindari pajak hanya demi keuntungan segelintir orang dan mengorbankan kepentingan umum.

“Apabila hal ini tidak diberantas. Kegiatan ini akan merusak sendi-sendi perekonomian masyarakat lokal yang tentunya akan berimbas terhadap perekonomian nasional. Untuk itu, TNI AL pada umumnya dan Lantamal IV melalui tim WFQR akan terus memburu para pelaku penyelundup barang illegal dari luar negeri sampai ke akar-akarnya,” tegas mantan Komandan Satuan Komando Pasukan Katak.

Saat ini, sambung Irawan, kapal beserta muatannya akan ditempatkan di dermaga Yos Sudarso, guna proses hukum lebih lanjut.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk penanganan perkara itu,”pungkas Irawan.(ias)

Respon Anda?

komentar