Dasiyati bersama Tammie.
foto: nextshark

batampos.co.id – Dasiyati, 35, berkerja sebagai asisten rumah tangga di Singapura.

Iklan

Yati, demikian ia akrab disapa izin cuti dua minggu kepada majikannya untuk pulang kampung ke Semarang, akhir tahun 2016.

Sekembali ke Singapura, ia sakit. Dalam air kencingnya terdapat darah. Dalam tubuhnya pun terdapat banyak air.

Ia menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Changi, saat itulah diketahui ginjalnya berfungsi hanya 10%. Demikian laporan AsiaOne melalui nextshark.

Dokter nyarankan Yati untuk cuci darah dan transplantasi ginjal.

Tammie, majikan Yati, pun turun tangan untuk menolong. Tammie mengisahkan kondisi Yati di laman GIVEAsia, sebuah platform penggalangan dana.

Tammie menulis, “Yati lebih dari asisten ruamh tangga. Ia sekaligus kawan saya. Yati pun sangat sayang kepada anak saya. Tiada yang bisa saya lakukan selain menangis. Kami berpelukan dan menangis bersama. Dengan kondisinya Yati tak akan bisa lagi bekerja untuk kami. Yati pun tidak bisa menerima subsidi sebab ia bukan warga Singapura.”

Saya yakin setiap orang berhak untuk mendapat layanan kesehatan terbaik serta harapan hidup. Tak peduli kondisi ekonominya. Yati pun cintaan Tuhan. Saya yakin bersama, kita bisa membantunya untuk membuat hidupnya berubah.”

foto: nextshark

Dari sana Tammie berhasil mengumpulkan 50 ribu dolar Singapura. Dana sebanyak itu untuk biaya perobatan Yati.

Pada 24 Januari lalu Tammie mengantarkan Yati pulang ke Semarang untuk menjalani perawatan lanjutan.

Yati pun mengucapkan terimakasih, bukan hanya pada Tammie tapi pada semua orang yang telah berdonasi.

Tammie pun menutup donasi.

Thus, I will end the fund raising now and will reach out again if I have to,” tulis Tammie.

Cepat sehat Yati…. (ptt)