Salah satu pebalap liar memacu kendaraannya di Jalan Basuki Rahmat. Foto: Osias De/batampos.

batampos.co.id – Jalan Basuki Rahmat, depan eks kantor Gubernur Kepri, masih menjadi tempat idola para remaja untuk menjajal balapan secara tidak resmi. Hal itu masih sering terlihat di saat malam hari libur. Seperti Selasa, (14/2) malam.

Iklan

Pantauan di lapangan, sejumlah remaja yang diduga masih mengenyam bangku sekolah, memacu sepeda motor yang dikendarainya mulai dari depan simpang empat Trafight Light Jalan Engku Putri sampai putaran di depan eks kantor Gubernur Kepri.

Masih pantauan di lapangan, aksi pacu motor di jalanan beraspal secara tidak resmi ini cukup diminati sejumlah anak muda. Hal ini terlihat dari berjejernya kendaraan yang berhenti di pinggir jalan untuk menyaksikan kebut-kebutan.

Salah seorang remaja, yang ditemui di lokasi balap liar tersebut, Reno, 16, mengatakan dirinya bersama teman-teman nya sering menyaksikan balapan motor tersebut. Karena menurutnya aksi tersebut sangat seru untuk di lihat.

“Kalau kami hanya nonton aja. Tak berani kami ikut (balap) kayak gitu, ngeri soalnya,”ujar Reno.

Sementara saat ditanya, apakah tidak takut diamankan Polisi karena menonton balapan secara tidak resmi itu. Reno, mengaku takut. Namun, ia dan teman-temannya langsung kabur jika dari kejauhan melihat petugas.

“Kan kalau misalnya Polisi datang itu ada kodenya. Jadi kami langsung kabur kalau dapat kode Polisi datang kesini (lokasi balap),”kata Reno.

Terpisah, Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, yang dikonfirmasi terkait masih adanya aksi balap liar di Tanjungpinang, mengatakan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah adanya kegiatan yang membahayakan keselamatan tersebut.

“Mereka ini (pebalap liar) kalau di bubarkan, nanti datang lagi kesitu main lagi. Kami akan berupaya meningkatkan patroli ke wilayah tersebut,”ujar Joko, Rabu (15/2).

Dikatakan Joko, aksi balapan secara tidak resmi itu sangat membahayakan keselamatan mereka dan pengendara lainnya. Untuk itu, Joko mengimbau kepada para remaja untuk menghindari kegiatan seperti itu.

“Selain itu kami, juga berharap peran serta orang tua untuk selalu mengawasi anaknya. Jika anaknya keluar dengan membawa kendaraan, agar di ingatkan kembali untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,”pungkas Joko.(ias)