Pekerja merapikan gas 3 Kg (gas melon) di salah satu distributor LPG yang berada di Ruko Anugrah Park, Bengkong, Senin (13/2). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Gas LPG 3 kg atau sering disebut gas melon sangat rentan disalahgunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Penyelewengan dilakukan oleh oknum tersebut, dilakukan dalam bentuk penyulingan dari gas tabung 3 kg ke tabung 12 kg.

Aksi ini sering didapati pihak kepolisian. “Tahun lalu kami beberapa kali mengamankan operandi seperti ini (penyulingan ilegal),” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto pada Batam Pos, Rabu (15/2).

Ia mengungkapkan banyaknya penyulingan ditandai dengan beberapa indikasi. Salah satunya yakni terjadinya kelangkaan gas melon. “Bila itu terjadi, berarti ada penyulingan ilegal disana. Bila masyarakat mengetahui tempatnya, secara laporkan ke kami. Akan segera kami tindak,” ungkapnya.

Penyulingan ini, dijelaskan oleh Budi akibat adanya perbedaan harga yang cukup mencolok antara 4 tabung gas melon dengan gas tabung 12 kg.

“Jadi tabung gas melon disubsidi ini, disalinnya ke tabung 12 kg. Sehingga oknum-oknum itu untung banyak,” ucapnya.

Selain itu, disebutkan oleh Budi. Biasanya gas tabung 12 kg hasil penyulingan ilegal, isinya tak sesuai dengan takaran. “Ada pengurangan,” tuturnya.

Mengenai penyulingan ini, ia sangat menyayangkan hal ini terjadi. Sebab gas melon diperuntukkan untuk masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. “Kalau disuling dan gas langka. Makin menyulitkan masyarakat,” ucapnya.

Budi mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan pengawasan pada gas melon. “Laporkan saja ke kami, jangan takut,” pungkasnya. (ska)

Advertisement
loading...