batampos.co.id – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nusa Natuna, Suparman, mendadak diberhentikan dari jabatannya oleh Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal.

Pemberhentian Suparman tersebut sejak awal Febuari kemarin, dengan alasan kondisi keuangan PDAM. Kini jabatan Direktur PDAM ditunjuk pelaksana tugas sementara oleh Bupati.

Pemberhentian Suparman dibenarkan pihak badan pengawas PDAM, dan sudah melalui proses. Namun untuk kondisi keuangan PDAM dinilai tidak bermasalah.

Suparman yang ditemui Batampos, mengaku, saat ini kondisi keuangan PDAM tidak bermasalah. Bahkan terus membaik dari tahun-tahun sebelumnya. Dan tidak lagi bergantung pada suntikan dana pemerintah.

“Soal keuangan PDAM saya rasa mulai membaik, PDAM tidak lagi bergantung pada suntikan dana pemerintah untuk operasional rutin,” kata Suparman kemarin.

Memang diakuinya selama ini PDAM belum menyumbang PAD. Namun PDAM sudah cukup dibanding Perusda. Soal air yang sering keruh ketika hujan, adalah persoalan bersama. Selama ini Pemerintah Daerah belum pernah memprogramkan peremajaan pipa yang sudah berumur tua.

“Saat ini memang pelayanan PDAM belum mencapai 80 persen. Dan itu perlu dibangun sarana prasarana oleh Pemerintah. Apalagi mau menambah pengembangan organisasi di PDAM, belum memenuhi syarat dan aturaƱ,” ujar Suparman.

Pasca pemberhentian Suparman, dua BUMD di Natuna kini diisi dengan pejabat sementara. Bahkan Perusahaan Daerah masih mati suri, sejak program subsidi listrik di Perusda dihentikan Pemerintah Daerah.(arn)

Respon Anda?

komentar