batampos.co.id – Selama pelaksanaan MTQ Kecamatan Kundur, 35 stand bazar menjadi daya tarik pengunjung. Dengan menghidangkan makanan khas Melayu, lendot, stand milik grup medsos Tanjungbatu Kampong Kite, Kundur Pulau Kite, paling banyak diburu pengunjung.

Arman, ketua grup media sosial Tanjungbatu Kampong Kite, Kundur Pulau Kite mengaku, sengaja menghadirkan jenis makanan khas Malayu. Berbagai jenis makanan Melayu dijual di stand bazaar baik kue bangkit, dodol gula merah juga minuman timun telur katak. Namun dari beberapa jenis makanan tadi, Lendot paling banyak diminati pengunjung.

“Alhamdulillah banyak pengunjung yang membeli makanan lendot jenis makanan khas Melayu. Rata-rata setiap harinya bisa menghabiskan 70 sampai 90 mangkok lendot. Memang jenis makanan lendot ini susah ditemukan di hari-hari biasa, makanya banyak pembeli saat stand bazaar,” ujar Arman, Rabu (15/2) kemarin.

Lendot merupakan makanan yang terbuat dari tepung sagu, sayur kangkung, bayam ditambah siput, dan udang. Kuah lendot memiliki tekstur belendir mirip seperti lem, karena berlendir sehingga warga setempat menyebutnya dengan lendot.

Untuk menambah nikmat lendot diberi bumbu lada hitam, merica, dan penyedap rasa sehingga selesai makan lendot dipastikan berkeringat pengaruh lada hitam tersebut. Satu mangkok lendot dihargai Rp8 ribu.

“Dengan jajanan lendot, membuat anggota grup Tanjungbatu kampong kite, Kundur pulau kite, gembira. Dan hasil keuntungan dari penjualan akan kita sumbangkan untuk anak yatim,” papar Arman.

Hasyim salah satu warga Kecamatan Kundur Utara mengaku paling suka makan lendot. Lendot biasanya hadir di acara bazaar MTQ , ataupun pameran lainya. Sehingga dirinya bersama keluarga tidak menyia-yiakan kesempatan tersebut.

“Lendot merupakan makanan khas Melayu yang harus dilestarikan dan dipertahankan karena jenis makanan ini cukup unik dan jarang ditemukan,” tukasnya. (ims)

Advertisement
loading...