Iklan
ilustrasi

batampos.co.id -Lintas Komisi II dan III DPRD Kepri menyepakati kenaikan empat golongan Tarif Listrik Batam (TLB). Rencananya tarif baru tersebut akan diberlakukan awal Maret nanti. Dengan adanya kenaikan ini, DPRD Kepri berharap tidak ada lagi menggunakan Penyesuaian Tarif Listrik Berkala (PTLB) oleh PLN Batam.

Iklan

“Secara internal dengan berbagai pertimbangan, lintas Komisi II dan III DPRD Kepri menyetujui usulan kenaikan TLB. Sesuai dengan usulan yang diperbaharui oleh Gubernur Kepri,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah menjawab pertanyaan media usai rapat di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, Kamis (16/2)

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, kenapa DPRD Kepri menyetujui kenaikan ini. Selain kondisi keuangan PLN yang mulai goyang, TLB tidak mengalami kenaikan selama sejak 2013 lalu. Masih kata Irwansyah, pihaknya juga memperhatikan tingkat kemampuan masyarakat.

“Kebijakan kenaikan yang dilakukan adalah secara bertahap. Sekarang ini, kita masih meminta masukan pihak-pihak yang bisa menghitung laju inflasi di Kota Batam. Apakah dua tahap atau tiga tahap,” jelas Irwansyah.

Legislator Dapil Batam tersebut mengatakan, pertama sebagai Anggota DPRD Kepri, minta pemahaman masyarakat. Bahwa kondisi listrik di Batam sudah tidak stabil, karena kemampuan PLN goyang. Diakuinya, menyetujui kenaikan TLB ini merupakan sesuatu yang dilematis. Sehingga sulit pihaknya untuk mengambil keputusan.

“Sulit memang kita untuk mengambil keputusan, makanya pembahasan terjadi tarik ulur. Dan membutuhkan waktu setahun bagi kami untuk menyetujui kenaikan ini. Apalagi kondisi ekonomi sedang melambat,” ungkap Irwansyah.

Menurut Irwansyah, kenaikan ini adalah upaya untuk menjaga stabilitas PLN, jangan sampai kolap. Namun demikian, kenaikan ini, PLN juga dituntut untuk lebih  profesional lagi dalam melayani masyarakat. Selain itu Irwansyah juga mendorong PLN melakukan ekspansi untuk membangun pembangkit-pembangkit berbahan batu bara.

“Kita menginginkan adanya kehandalan sistem kelistrikan. Salah satu upayanya adalah dengan menambah pembangkit baru, seperti Tanjungkasam tahap II. Karena cos PLTU lebih rendah dibandingkan dengan gas,” tutup Irwansyah.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua yang selama ini, getol meminta PLN Batam menyerahkan laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan pembahasan, meskipun sudah disepakti tetapi belum final. Karena masih ada tahapan lainnya yang harus dikerjakan. Apalagi rekomendasi yang dibuat harus disampaikan lewat sidang paripurna.

“Kita menyoroti PTLB yang diatur dalam Peraturan Gubernur. Ini yang akan kita review kembali. Jangan sampai ini menjadi celah bagi PLN untuk mempermainkan tarif,” tegas Rudy.

Masih kata Rudy, sebelum TLB diberlakukan, PLN harus melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Lebih lanjut katanya, pencabutan subsidi listrik oleh negara dilakukan secara bertahap. Atas dasar itu, Rudy mengharapkan kenaikan juga dilakukan secara bertahap. Sehingga tidak membuat terkejut masyarakat. Apalagi ada empat golongan yang dinaikan tarifnya.

“Kita minta PLN punya komitmen untuk tidak menaikan TLB dalam waktu empat tahun. Karena persentase kenaikan ini, diprediksikan bisa menjaga kesehatan perusahaan,” tutup Rudy.(jpg)