Iklan

batampos.co.id – Jabatan Kepala Kejari Batam dan Asisten bidang perdata dan tata usaha (Asdatun) Kepri berganti. Serah terima jabatan dan pelantikan kedua pejabat tersebut dilaksanakan di aula Baharuddin Lopa, Kejati Kepri, Kamis (16/2).

Iklan

Jabatan Kepala Kejari Batam yang sebelumnya dijabat oleh Muhammad Mikroj beralih kepada Roch Adi Wibowo yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Bidang Pengawasan di Kejati Maluku.

Mikroj sendiri menempati jabatan baru sebagai Aspidsus di Kejati Kalimantan Barat. Sedangkan jabatan Asdatun Yang sebelumnya dijabat oleh Zairida, saat ini dijabat oleh Moch Zaenuddin.

Zairida menempati jabatan baru sebagai Kejari Lubuk Linggau, Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Yunan Harjaka menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dua pejabat lama yang telah mendapatkan tugas baru atas dedikasi dan loyalitas saat bertugas di wilayah Kejati Kepri.

“Selamat atas jabatan baru, semoga ditempat yang baru semakin sukses dalam berkarir dan berkarya,” ujar Yunan.

Sementara, kepada dua pejabat yang baru dilantik, Yunan berpesan agar segera bisa beradaptasi melakukan tugas di wilayah kerja Kejati Kepri dan mampu menunjukkan performa tugas yang baik yang dapat membanggakan Kejati Kepri.

“Segera beradaptasi dengan tugas yang baru, segera lakukan konsolidasi baik internal maupun eksternal. Jika berkoordinasi dnegan baik, baik itu dengan tingakat Kejati maupun jajarannya, tentu segala pekerjaan akan tuntas dengan baik pula,” ujar Yunan.

Ia juga memberi pesan khusus kepada Kajari Batam yang baru, Rochasi Wibowo agar mampu beradaptasi dengan lingkup wilayah batam yang lebih kompleks dibanding wilayah-wilayah lainnya dan mampu menunjukkan performa yang baik yang bisa membanggakan instansi Kejaksaan.

“Di wilayah batam ada namanya BP Batam, yang kebanyakan diisi oleh pejabat dari lingkungan pusat, sehingga harus mampu menunjukkan performa yang bagus. Manfaatkan seluruh SDM yang ada, agar kinerja maksimal,’ pesannya.

Rochadi Wibowo yang ditemui disela-sela acara sertijab itu, menyampaikan sebagai pejabat baru dirinya akan mengupayakan penanganan kasus yang maksimal, mengingat wilayah batam merupakan wilayah yang sangat kompleks. Ia menyampaikan, langkah awal yang akan dilakukan yakni melakukan koordinasi dan evaluasi kepada seluruh jajaran.

Terkait banyaknya kasus hukum di wilayah batam, Mantan Asisten bidang Pengawasan Kejati Maluku ini menyampaikan, dirinya tidak akan memilah-milah kasus sebagai prioritas. Ia menegaskan, semua kasus merupakan hal yang penting untuk dituntaskan.

“Batam kan sangat kompleks, tingkat kriminal tinggi, dan banyak kasus ekstra ordinary crime juga disini, seperti narkoba, traficking, ilegal fishing dan korupsi, jadi semuanya menjadi prioritas, tidak memilah-milah, dengan bantuan kawan-kawan (media), kami pasti sanggup menuntaskannya,”pungkasnya. (ias)