Sejumlah wisatawan saat tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang, Sabtu (10/12). menjelang akhir tahun wisatawan yang berkunjung ke Batam mengalami peningkatan untuk menikmati liburan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Batam, Fri Subekti mengatakan saat ini baru 250 tour guide yang telah menjalani sertifikasi. Anggota tour guide di Batam total 350 peserta.

Dia mendukung pelatihan tersebut. Namun pihaknya berharap pemerintah juga memperhatikan konten yang akan diberikan dalam pelatihan.

“Jangan asal pelatihan dan mendapatkan sertifikat, keluar dari pelatihan malah kualitasnya sama saja,” kata dia.

Menyikapi masalah ini, Dinas Pariwisata Provinsi Kepri akan menggelar pelatihan untuk 100 pemandu wisata atau tour guide yang tersebar di seluruh kabutapen dan kota di Kepri.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengatakan tahun ini pihaknya menggangarkan sedikitnya Rp 300 juta untuk pelatihan di bidang pariwisata. Semakin beragamnya wisatawan yang masuk tentunya pemandu wisata Kepri harus siap dengan keahlian saat memandu.

“Terutama soal bahasa. Sekarang ini kunjungan wisatawan dari China dan Korea sudah mulai banyak, apalagi dibukanya rute China -Tanjungpinang,” jelasnya.

Saat ini pemandu wisata yang dimiliki Kepri sudah bagus, rata-rata semua sudah memiliki lisensi untuk memandu.

“Hanya saja ada yang baru mulai karir sebagai pemandu, nah ini yang kita latih, dan diberikan serifikat,” jelasnya.

Untuk kapasitas pemandu wisata masing-masing kota/kabupaten, pihaknya menunggu dari daerah berapa yang harus diberikan pelatihan.

“Jumlahnya mungkin banyak, nanti akan kami seleksi lagi,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Pebrialin mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan asosiasi pariwisata untuk terkait pelatihan ini.

“Ya, kami akan mengajak mereka berdiskusi dan memutuskan berapa tenaga pemandu wisata yang akan diikutkan pelatihan,” kata dia, Jumat (17/2).

Disinggung mengenai jumlah tenaga pemandu wisata yang telah memiliki legalitas, dia menjelaskan saat ini semua tour guide sudah memilki izin untuk memandu wisata dari asosiasi pemandu wisata.

“Yang sudah lama berkecimpung pastinya sudah punya, sekarang tinggal yang pemandu pembantu yang akan kita bekali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ASITA Kepri, Andika Lim mengatakan pemandu wisata memiliki peran penting dalam memajukan pariwisata di Kepri.

“Seluruh informasi ada di tangan mereka, menarik tidaknya tergantung dari penyampaian mereka,” kata dia.

Sebab itu, pihaknya sangat mendukung adanya pelatihan yang akan diselenggarakan oleh pemerintah.

“Selain pemerintah, asosiasi biasanya sudah memberikan pelatihan cara memandu kepada pemandu wisata pemula,” ujarnya.

Dia berharap pelatihan ini bisa dimanfaatka , terutama mereka pemula. Wisatawan mancanegara akan sangat terjamin jika pemandu telah memiliki lisensi.

“Mereka (wisatawan, red) sangat memperhatikan hal itu, jadi kami sangat mendukung, dan semoga bisa semakin banyak yang dilatih ke depannya,” tutup dia.(cr17)

Advertisement
loading...