Iklan

batampos.co.id – Kran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri Tahun Anggaran (TA) 2017 mulai dibuka oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Pembukaan tersebut ditandai dengan penyerahan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (17/2).

Iklan

“Anggaran yang diterima ini, hendaknya dapat dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Gesa pembangunan daerah secepat-cepatnya,” ujar Nurdin Basirun menjawab pertanyaan media usai kegiatan tersebut.

Ditegaskan Gubernur, dirinya sangat tidak menginginkan ada kepala daerah yang melaporkan kinerja dengan istilah Asal Bos Senang (ABS). Tetapi, dapat mempertanggungjawabkan dengan hasil yang maksimal. Karena tanggungjawab yang diberikan adalah amanah yang harus dilaksanakan. Apalagi, Kepri sudah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Artinya RPJMD yang sudah disusun sebagai teraju pembangunan di Kepri.

“Ada catatan penting yang diberikan Mendagri kepada kita. Seperti diantaranya menyangkut penghematan, tepat guna dan tepat sasaran. Dan saya harap cacatan penting ini diaplikasikan dengan sungguh-sungguh,” papar Nurdin.

Masih kata Nurdin, anggaran yang sudah diplot untuk pembangunan ini, bisa benar-benar dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi , percepatan pembangunan infrastruktur dan menurunkan inflasi di daerah. Selain itu, Nurdin mengajak OPD di lingkungan Pemprov Kepri memahami bahwa Kepri memiliki potensi dalam segala aspek , seperti perdagangan , industri , jasa, termasuk pariwisata.

“Saya berharap anggaran ini cepat direalisasi agar masyarakat bisa merasakan. Saya yakin ini semua dapat di gunakan sebaik-baiknya dan dapat dipertanggungjawabkan dengan hasil yang maksimal,” tegas Nurdin.

Mantan Bupati Karimun tersebut juga mengatakan, Kepri yang sudah ditetapkan sebagai Pintu Gerbang Wisata Bahari Indonesia perlu meningkatkan infrastruktur untuk menarik wisatawan. Karena infrastruktur yang ada, bisa menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang ke Kepri. Dilihat dari berbagai sektor, baik itu kelautan, pariwisata , pertambangan, jasa ,budaya dan perdagangan yang ada di Kepri. Tentu keinginan untuk menjadikan Kepri sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia, bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan.

“Oleh karena itu kita harus menampilkan berbagai potensi serta infrastruktur yg baik untuk menghasilkan dan meningkatkan income bagi daerah kita. Kita jangan mau kalah dengan negara tetangga kita,” tutup Nurdin.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS Arif Fadillah yang juga merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri menambahkan, dikatakannya, rincian APBD Provinsi Kepri TA 2017 yakni sebesar Ro3.360 triliun. Terdiri dari komponen pendapatan sebesar Rp3,201 triliun dan komonen belanja sebesar Rp3,360 triliun.

Terpisah, Kepala Biro Pembangunan Provinsi Kepri, Aries Fhariandi menambahkan, APBD yang sudah dibagikan, menjadi tumpuan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum selesai. Lewat APBD TA 2017 ini, ada tujuh prioritas pembangunan yang akan dilakukan. Yakni menyangkut, peningkatan pelayanan dasar masyarakat, peningkatan infrastruktur dasar dan keterhubungan antar wilayah, pengembangan sektor maritim dan pariwisata, dan pengembangan perikehidupan masyarakat yang agamis, demokratis, berkeadilan, tertib, rukun dan aman di bawah payung budaya Melayu.

“Berikutnya adalah peningkatan ekonomi produktif, pengentasan kemiskinan, dan tatakelola pemerintahan,” papar Aries.(jpg)