Wali Kota Batam M Rudi tinjau proyek pelebaran jalan di Jodoh – Nagoya, Batam, Kepri.

batampos.co.id – Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air, Yumasnur mengatakan pelebaran yang rencanannya dilakukan tahun 2017 ini mengharuskan beberapa bangunan, kios liar terkena imbas dari pelebaran tersebut.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, tahun ini ada lima ruas jalan yang akan mengalami pelebaran seperti jalan simpang planet hotel- simpang the hill hotel, simpang baloi center- simpang apartemen harmoni, jalan underpass- simpang telkom pelita- simpang irinco, simpang jam- simpang BNI/ Rosdale, dan simpang BNI- frengky.

“Sama dengan yang sebelumnya, bangunan, ruko, lahan, maupun kios liar yang berada di zona tersebut akan kena,” kata Yumasnur, Sabtu (18/2).

Dia menjelaskan pendataan beberapa banguna tersebut sudah dimulai sejak tahun lalu. Sebab, perencanaan pelebaran sudah dilakukan dari tahun lalu.

“Yang paling banyak kena dampak berada di Kecamatan Lububaja,” sebut dia.

Menurutnya pelebaran juga sekaligus menata area bufferzone yang sering dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan, oleh karena itu, pihaknya bersama camat telah berkoordinasi dan memberikan surat kepada mereka terkait pelebaran ini.

“Sudah dari dulu camat menyurati, Maret ini mereka sudah mulai pindah, terutama pedagang atau kios liar,” ucapnya.

Dia menambahkan saat ini respon dari mereka sangat mendukung langkash pelebaran ini, karena sudah melihat hasil yang di Nagoya. “Pemilik bangunan atau lahan Alhamdulillah mendukung,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Camat Lubukbaja, Novi mengatakan sebelumnya seluruh lokasi yang terdampak pelebaran jalan sudah disurati, dan mereka bersedia pindah bulan Maret ini.

“Karena April pengerjaan jalan sudah dimulai,” ujarnya.

Dampak dari pelebaran sesungguhnya tidak ada yang mengenai rumah warga ataupun ruko.

“Sebenarnya yang kena itu jalan di depan ruko itu saja, untuk bangunan tidak ada. dan Alhamdulillah respon mereka mendukung,” kata dia.

Hanya saja kendala muncul mungkin dari mereka pedagang kios liar dari Simpang Pelita hingga ke showroom Honda.

“Tapi kami sudah surati, jika nanti ada penertiban, tim dari Pemko lah yang turun,” ujarnya.(cr17)

Advertisement
loading...