batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan penggunaan minyak goreng tidak pada porsinya bisa berakibat fatal. Karena di dalam minyak goreng mengandung zat karsiogenik sebagai pemicu kanker.

“Kita tidak boleh remeh penggunaan minyak goreng. Karena idealnya, hanya untuk sekali pakai. Jika dilakukan berulang-ulang pada minyak goreng yang sudah dipakai, tentu sangat beresiko bagi kesehatan,” ujar Tjetjep menjawab pertanyaan Batam Pos belum lama ini.

Masih kata Tjetjep, pemakaian minyak goreng berulang kali juga dapat menimbulkan kolestrol dan penyakit lainnya bagi masyarakat. Oleh karena itu, menurut dia, masyarakat jangan lagi menggunakan minyak penggorengan bekas tersebut, karena berisiko bagi kesehatan tubuh dan rentan terhadap penyakit.

“Maksimal penggunaanya adalah sebanyak dua kali, jangan lagi dipakai dan harus diganti dengan minyak goreng yang baru,” papar Tjetjep

Tjetjep menyebutkan, selama ini banyak ibu rumah tangga menggunakan minyak goreng bekas itu lebih dari dua kali dan baru diganti dengan yang baru. Cara-cara seperti ini adalah salah dan dapat menimbulkan penyakit.

“Minyak bekas penggorengan itu, kelihatan berwarna kuning bercampur hitam dan terdapat sisa-sisa atau serbuk penggorengan. Hal inilah bila digunakan dapat menimbulkan kolestrol tinggi. Dan berujung terbentuknya kanker,” jelas Tjetjep

Dijelaskan Tjetjep, setiap melakukan penggorengan kualitas minyak tersebut akan semakin berkurang. Atas dasar itu, masyarakat Kepri diharapkan tidak lagi menggunakan minyak bekas penggorengan secara berulang-ulang untuk menghindari agar tidak terkena penyakit.

“Kita harus menjadikan hidup sehat sebagai kebutuhan. Untuk itu mari jaga pola makan yang sehat dan seimbang,” tutup Tjetjep.(jpg)

Respon Anda?

komentar