batampos.co.id – Kepala desa Pulau Bukit kecamatan Senayang bantah dugaan penjualan salah satu pulau di kawasan desanya. Hal tersebut disampaikan langsung kepada wartawan Batam Pos, Minggu (19/2) siang.

Iklan

Informasi yang berkembang di lapangan, beberapa waktu lalu diduga telah terjadi jual beli pulau di desa tersebut. Pulau Ketapang yang statusnya kawasan hutan menurut informasi yang berkembang telah dilirik investor. Pulau tersebut rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata dan perkebunan.

Ketika dikonfirmasi langsung kepada Kepala desa hal tersebut langsung dibantah. Amran mengatakan memang benar ada investor yang tertarik untuk berinvestasi. Namun pihak desa tidak menjual pulau. Melainkan bekerjasama dengan investor yang ingin berinvestasi dengan sistem pinjam pakai untuk pengelolaan pulau tersebut

“Kami tidak berani jual pulau Pak. Memang ada perusahaan yang berminat untuk berinvestasi perkebunan. Intinya kami tidak menjual dan perusahaan tidak membeli pulau,” kata Dia.

Diakui Amran, sebagai tanda bukti keseriusan perusahaan setiap kepala keluarga (KK) mendapat Rp 3 juta. Sedang sertifikat dan alashak tanah masih ditangan masyarakat.

“Itu uang bukti keseriusan perusahaan. Mereka memang berniat membantu kami warga nelayan,” lanjutnya.

Sementara untuk jenis pertanian yang direncanakan perusahaan yang diketahui bernama PT Spiegel Nusa Archindo, tidak diketahui pemerintah desa.

“Saya tidak tau perusahaan mau menanam apa nanti. Tapi hal ini sudah kami sampaikan kepada pak Bupati dan Waki Bupati. Arahan kepala daerah agar perusahaan terkait membuat proposan dan profil perusahaan untuk diajukan kepada pemerintah,” pungkasnya.

Sementara itu ketua Gerakan Masyarakat (Gema) Lingga mengatakan terkait hal ini pemerintah harus lebih serius untuk menindak lanjuti. Informasi dan dugaan di lapangan perlu menjadi atensi serius pemerintah daerah agar tidak terjadi persoalan di belakang hari. Terlebih lahan yang semula milik masyarakat tersebut kini berstatus hutan. Isu penjualan pulau yang telah terjadi beberapa tahun terakhir menurut pria yang disapa Juai ini karena ketidak tahuan masyarakat.

“Kami minta pemerintah menindaklanjuti dan tegas agar tidak ada sistem investasi yang menjual pulau kepada pihak asing. Persoalan pulau Ketapang ini juga harus dibuka terang menderang. Ada aturan dan prosudurnya,” pungkas Juai. (mhb)