Iklan
Ketua DPR RI Setya Novanto. Foto: Batampos.

batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya Novanto dalam kunjangan kerjanya ke Kabupaten Karimun, Sabtu (18/2) lalu memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Karimun yang telah berhasil menarik investor ke wilayah FTZ.

Iklan

Dalam kunjungan ke perusahaan galangan kapal yang ada di wilayah FTZ, dirinya sangat yakin sekali bahwa Kabupaten Karimun ke depannya akan berkembang pesat yang bisa bersaing dengan daerah-daerah lainnya yang ada di Indonesia.

”Saya sangat berterimakasih kepada para investor yang telah memberikan kontribusi kepada daerah. Terutama dari segi tenaga kerja yang rata-rata tenaga kerja lokal, diberi kesempatan untuk menyelesaikan projek-projek berskala International. Dan paling membanggakan, perusahaan galangan kapal di Karimun telah mendapatkan projek dari Pemerintah Pusat,” jelasnya, Sabtu (18/2).

Dan dirinya sangat mendorong terhadap perusahaan fabrikasi dan anjungan minyak lepas pantai di PT Saipem Karimun Indonesia Branch (SIKB)mengerjakan proyek pembangunan kilang minyak Blok Masela. Seperti yang sedang dikerjakan dua projek yaitu Combo pesanan Angola dan Jangkrik pesanan ENI Indonesia dan SKK Migas, menurut Setya Novanto telah mempekerjakan tenaga kerja mencapai 11 ribu tenaga kerja.
”Luar biasa keberadaan perusahaan di wilayah FTZ ini. Apalagi kalau Blok Masela dikerjakan oleh SIKB, maka tentu berdampak positif karena akan merekrut tenaga kerja yang lebih banyak lagi,” ucap Setya Novanto.

Usai meninjau PT SIKB, rombongan meninjau perusahaan galangan kapal atau shipyard, diantaranya PT Karimun Marine Shipyard (KMS) dan PT Multi Ocean Shipyard (MOS) yang juga beroperasi di Kecamatan Meral yang termasuk Kawasan Perdagangan Bebas Karimun. Didampingi anggota Komisi V DPR Rumkono, Nurul Arifin dan sejumlah kader Golkar.
”Jadi sesuai dengan program Presiden Joko Widodo, pengembangan potensi kemaritiman diwilayah Barat sudah dibuktikan di kabupaten Karimun,” tuturnya.

Selain itu ia berjanji akan perjuangkan pembangunan infrastruktur di Karimun kepada Pemerintah Pusat. Terutama pembangunan infrastruktur diwilayah Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) Karimun. Dimana ada beberapa proyek infrastruktur yang akan diperjuangkannya itu, antara lain kelanjutan pembangunan pelabuhan petikemas atau kontainer Malarko di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, penambahan panjang landasan pacu Bandara Bati dari 1.400 meter menjadi 1.800 meter, peningkatan kapasitas pelabuhan kargo Parit Rampak dan pelabuhan penumpang Tanjung Balai Karimun.

”Jadi saya bisa percayakan kepada anggota Komisi V DPR Rumkono yang membidangi pembangunan infrastruktur. Untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan, kelanjutkan pembangunan infrastruktur didaerah ini,” kata Setya Novanto.

Ia menegaskan, bahwa pembangunan beberapa sarana infrastruktur harus diprioritaskan karena akan mendorong percepatan pengembangan investasi dan perekonomian Karimun yang merupakan daerah kepulauan yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Terutama dikawasan FTZ Karimun, yang merupakan kawasan strategis sebagai kawasan perdagangan dan investasi yang tidak menargetkan “spill over” atau limpahan dari Singapura, tetapi menjadi kawasan tujuan investasi luar maupun dalam negeri.
”Di sisi pertumbuhan ekonomi dan investasi Karimun sangat maju pesat. Jauh berbeda 30 tahun lalu, saat saya berkunjung ke sini,” ucapnya. (tri)