batampos.co.id – Tidak kunjung tuntasnya penyelesaian proses pembebasan lahan seluas 200 hektar, menjadi peyebab utama gagalnya pembangunan Waduk Kawal, Bintan pada 2016 lalu. Padahal Pemerintah Pusat sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan tahap awal.

“Memang persoalan lahan masih belum tuntas, ini yang menjadi penyebab gagal dimulainya pembangunan Waduk Kawal tahun 2016 lalu,” ujar Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menjawab pertanyaan Batam Pos usai menghadiri Sidang Paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) di Kantor DPRD Kepri, Senin (20/2).

Ditanya apakah sudah mendudukan persoalan ini dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Nurdin mengaku belum ada melakukan pembahasan terkait persoalan tersebut. Menurutnya, ketersediaan air bersih memang menjadi kebutuhan yang harus segera diselesaikan.

“Kita akan dudukan kembali persoalan dengan Pemkab Bintan. Karena bukan hanya untuk kebutuhan masyarakat Tanjungpinang saja, tetapi juga masyarakat Bintan,” papar Nurdin.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kepri daerah pemilihan (Dapil) Tanjungpinang, Rudy Chua membenarkan, pembebasan lahan masih belum kunjung selesai dilakukan sejak tiga tahun yang lalu. Disebutkannya untuk pembangunan Waduk Kawal membutuhan lahan sekitar 400 hektar.

“Selain lahan masyarakat, di lokasi yang terkena dampak ada juga lahan perusahaan. Yakni lahan milik Tirta Madu dan Sunimas,” ujar Rudy Chua.

Masih kata Rudy, untuk pembangunan lokasi produksi Waduk Kawal hanya membutuhkan sekitar 4 hektar. Sedangkan selebihnya adalah untuk genangan dan resapan. Melihat luasnya area, maka didapati kapasitas produksi Waduk Kawal mencapai 400 liter perdetik.

“Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Karena apabila persoalan lahan tuntas, pembangunan bisa segera dilaksanakan. Apalagi Pemerintah Pusat sudah menyiapkan anggarannya,” papar Rudy.

Beberapa waktu lalu, Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik mengatakan langkah awal untuk pelaksanaan pembangunan waduk Sei Kawal, Bintan adalah menyelesaikan persoalan lahan. Karena sebagian punya masyarakat, sebagian masuk dalam kawasan hutan lindung.

Bersasarkan kajian yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, daya mampunya mencapai 400 liter perdetik. Sehingga kehadiran waduk Kawal bisa untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah untuk wilayah Pulau Bintan dan Detail Engineering Design (DED) sudah selesai dikerjakan.(jpg)

Respon Anda?

komentar