Iklan

batampos.co.id – Sebanyak 112 Pejabat Eselon IV dilakukan tes urine. Tes Urine yang dilaksanakan tersebut sebagai salah satu sarat mutlak bagi seorang pegawai untuk naik pangkat atau golongan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah pemerintah daerah yang menyatakan perang terhadap narkoba. Jika ada pegawai yang terbokti positif mengkonsumsi narkoba, maka tidak akan dilantik untuk naik jabatan.

Iklan

Setiap pegawai yang akan dilantik yang sudah dapat hasil tes urine harus menyerahkan hasilnya kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (KDPSDM) supaya BKD tahu hasil tes tersebut. Jika pegawai tidak menyerahkan hasil tes urine, maka terancam tidak bisa dilantik.

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan, pelantikan akan dilaksanakan pada hari Selasa (21/2). Namun pelantikan sendiri akan ditunda apabila para Aparatur Sipil Negara ini belum selesai diambil tes urinenya. “Pelantikan sendiri sebenarnya besok tapi jika tes urine belum selesai tak masalah akan digeser. Yang terindikasi atau suspek narkoba maka pelantikannya akan ditunda,” ungkap Haris, Senin (20/2)

Saat Apel Pagi ASN yang disuspek terindikasi Narkoba di kumpulkan dibarisan paling depan. Hal ini dilakukan, karena saat ini Haris mengaku sudah mengetahui namanya, namun belum melihat orangnya. “Jadi sekarang saya tahu wajah-wajahnya agar gampang diberikan pembinaan. Minimal jika belum kenal namanya sudah tahu orangnya,” tuturnya.

Pemerintah Lanjut Haris atas saran Badan Narkotika Nasional (BNN) akan memanfaatkan Puskesmas Tarempa untuk rawat Jalan PNS yang terjerumus Narkoba tahap ringan, sedangkan Yang terjerumus jauh akan direhabilitasi di Batam.

Haris mengungkapkan sebenarnya dari pantauan kondisi peredaran Narkoba di Anambas tidak sampai pada tahap yang mengkhawatirkan, Kendati demikian menurut Haris sebagai kepala wilayah pihaknya wajib mengantisipasi dan menjadikan PNS sebagai duta penyelemat masyarakat dari narkoba. “Khsusunya aparatur yang menggunakan dana APBD itu mesti bebas dari Narkoba,” jelasnya.

Hal Senada juga diungkapkan Wakil Bupati KKA Wan Zuhendra yang ditemui saat sedang memantau berlangsungnya tes narkoba, jika ada ASN yang terlibat narkoba yang akan dilantik maka pelantikannya akan ditunda. “Hari ini keputusannya, jika pada tes urine negatif narkoba maka akan dilantik namun apabila positif maka tidak akan dilantik,” tegasnya.

Mantan Wakil Ketua I DPRD KKA itu juga memastikan kegiatan tes urine akan dilaksanakan secara kontinyu, bahkan Wan sendiri tidak menjamin yang pernah di tes tidak akan dilaksanakan tes narkoba lagi. “Bisa saja yang sudah di tes kita akan tes lagi, biar ASN di Anambas benar-benar bersih narkoba,” tutupnya. (sya)