batampos.co.id – Tahun ini PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) akan memiliki daya listrik sebesar 60 Megawatt (Mw). Daya itu berasal dari pembangkit listrik milik sendiri (power house) sebesar 30 Mw dan suplai dari PT PLN Rayon Tanjunguban melalui interkoneksi listrik Batam-Bintan (Babin) sebesar 30 Mw.

“Awalnya Lagoi miliki daya kelistrikan 30 Mw. Namun kami butuh tambahan daya karena investor gencar membangun usaha di kawasan ini. Jadi tambahan dayanya akan disalurkan PT PLN sebesar 30 Mw lagi,” ujar General Manager (GM) Administrasi PT BRC, Aditya Laksamana ketika dikonfirmasi, Senin (20/2).

Sebenarnya, kata Aditya, penyuplaian kelistrikan dari PT PLN keseluruh hotel dan resort di Kawasan Pariwisata Lagoi sudah bisa dilakukan secepatnya. Sebab kedua belah pihak sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) suplay listrik 30 Mw.

Namun PT BRC menginginkan penyuplaian listrik itu melalui kabel bawah tanah. Tujuannya agar kawasan pariwisata di wilayah ini tetap tertata rapi. Sehingga pelaksanaan suplainya harus menunggu pembuatan jalur kabel bawah tanah rampung.

“Kami sedang membuat jalur lintasan kabel bawah tanahnya. Jalur yang dibuat dari Gardu Simpang Lagoi sampai ke Gardu Lagoi,” jelasnya.

Dengan adanya tambahan daya listrik dari PT PLN, lanjut Aditya, mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk menerangkan 3000 kamar hotel dan resort yang ada saat ini. Bahkan juga bisa menutupi kebutuhan 2000 kamar dari beberapa resort lain yang akan hadir ditahun mendatang.

“Tapi untuk suplainya akan dilakukan bertahap. Tahap pertama akan dialiri listrik sebesar 10 Mw dulu, sedangkan sisanya akan disuplai beberapa bulan kedepan,” sebutnya.

Supervisor Teknik PT PLN Rayon Tanjunguban, Akmal Kosasih mengatakan PT PLN akan menyuplai daya listrik dari Gardu Induk (GI) Simpang Lagoi ke seluruh hotel dan resort di dalam Kawasan Pariwisata Lagoi. Tahap pertama penyuplaian listrik itu akan ditambah sebesar 10 Mw melalui kabel bawah tanah.

“PT BRC sudah mengajukan permohonan untuk pemakaian listrik dari PT PLN. Jadi kami akan suplai 10 Mw dulu ke instalasi kabel bawah tanah,” katanya.

Selama ini, kata Akmal, PT BRC mengandalkan pembangkit listriknya sendiri untuk memenuhi kebutuhan puluhan hotel dan resortnya. Ternyata dengan bertambahnya investasi pembangunan, pasokan daya listrik yang dimiliki tak mampu menanggulangi beban kebutuhan. Sehingga dilakukan MoU suplai listrik antara PT BRC dengan PT PLN.

Akmal berharap PT BRC segera merampungkan pembangunan isntalasi kabel bawah tanahnya. Dengan begitu penyuplaian listrik juga bisa secepatnya dilakukan PT PLN.

“Kami minta PT BRC secepatnya rampungkan instalasi kabel bawah tanah. Jika listrik dari PT PLN sudah disuplai, PT BRC akan memiliki pasokan daya kelistrikan lebih besar lagi,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar