batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun kembali mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 sebesar Rp4,2 miliar. Masing-masing, alokasi untuk DAK SD sebesar Rp1.894.000.000, dan DAK SMP sebesar Rp2.351.959.000.
Tahun 2016, realisasi kucuran dana DAK untuk Dinas Pendidikan Karimun sebesar Rp1,4 miliar. Artinya, alokasi dan DAK tahun 2017 mengalami peningkatan sekitar 50 persen.

“Alokasi dana DAK yang masuk diprioritaskan untuk rehab ruang kelas belajar, dan pengadaan buku perpustakaan sekolah. Termasuk, pengadaan alat praktik MIPA serta pembangunan labor SMP,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Karimun, Bakri Hasyim, kemarin.

Untuk rehab ruang kelas, jelas Bakri, dilakukan secara swakelola. Sedangkan pengadaan buku perpustakaan menggunakan sistem lelang umum atau e-katalog.
“Pokoknya, output dari pusat. Artinya, pelaksanaan DAK tersebut tinggal menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat,” beber Bakri.

Mengenai realisasi DAK tahun 2016 sebesar Rp1,4 miliar, lebih diperuntukkan pembangunan 10 lokal di lima sekolah hinterland. Di antaranya, SD 012 Seilekop Karimun, SDN 008 Buru, SD 003 Mentangon, Moro, SD 007 Moro, dan SD 005 Durai.

“Alhamdulillah, kinerja Dinas Pendidikan, khususnya bidang pendidikan dasar mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Karena realisasi DAK tepat waktu sesuai juklak yang diberikan. Ini menjadi nilai plus kita dibanding dengan kabupaten kota lain di Kepri,” tutur Bakri bangga.

Bakri mengatakan proyek revitalisasi beberapa bangunan sekolah juga didanai APBN pusat juga mendapat pujian dari Kementerian Pendidikan. “Pokoknya, Karimun dinilai cukup bagus,” katanya.

Perhatian pemerintah pusat untuk pendidikan di Kabupaten Karimun tidak sekadar dengan mengalokasikan DAK. Tetapi juga bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Di mana, rehabilitasi sejumlah gedung sekolah dengan menggunakan APBN 2017 mencapai Rp2,849.464.000. Di antaranya rehabilitasi SDN 015 Moro, SDN 017 Kundur, SDN 006 Kundur Utara, dan SDN 002 Buru. Selanjutnya, SDN 013 Kundur Barat, SDN 006, SDN 002 Ungar, SDN 012 Kundur, dan SDN 002 Moro.

Rehabilitasi sekolah di atas berupa perbaikan, penambahan ruang kelas, dan sarana prasarana belajar. Pengerjaan rehabilitasi sekolah dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat. Dina Pendidikan hanya mengawasi dan menerima laporan realisasi proyek fisik tersebut. (enl)

Respon Anda?

komentar