Iklan
Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam (kiri) menyerahkan alat
kebersihan secara simbolis disaksikan Bupati Bintan Apri Sujadi
(kedua kiri) di lapangan Relief Antam Kijang, Selasa (21/2).

batampos.co.id – Pemkab Bintan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2017, lewat aksi budaya lingkungan sehat dan bersih dengan menggelar apel pagi di Lapangan Relief Antam Kijang, serta gotong royong (goro) bersama di tiga titik lokasi, yakni di Kampung Keke, Sei Nam, dan Pantai Indah, Selasa pagi (21/2).

Iklan

Dalam kesempatan itu Bupati Bintan, Apri Sujadi bersama Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bintan Adi Prihantara menyerahkan secara simbolis peralatan kebersihan kepada SatuanPetugas (Satgas) serta melepaskan balon simbol Peringatan Hari Sampah Nasional.

Apri Sujadi mengatakan, goro massal ini tidak hanya dipusatkan di tiga lokasi saja, tapi dilakukan juga disemua daerah di Kabupaten Bintan, dengan diakomidir oleh masing-masing kecamatan. “Ini menjadi hal wajib bagi warga untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya,” kata Apri.

Pemerintah kata Apri, juga mengajak seluruh masyarakat untuk menciptakan budaya lingkungan yang sehat dan bersih, karena untuk tercapainya hal ini memerlukan sebuah budaya bersih. “Sekaligus untuk mempertahankan piala adipura yang beberapa waktu lalu kita raih,” terangnya.

Pada peringatan HPSN ini, Pemkab Bintan akan lebih fokus melakukan pembersihan di tepi pantai, khususnya di pemukiman pesisir pantai. Politisi Demokrat ini juga meminta agar kegiatan goro ini dapat dijadikan agenda rutin yang harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Tak hanya goro lanjut Apri, Pemkab Bintan juga terus berupaya melakukan perbaikan, serta menambah fasilitas sarana dan prasarana pendukung untuk menciptakan budaya bersih di masyarakat. Ini dilakukan sebagai upaya untuk bisa lebih fokus menggerakkan kesadaran masyarakat.

“Perlu diciptakan budaya akan kebersihan. Dalam menggerakan ini memerlukan suatu kesadaran bersama tentang arti pentingnya budaya yang sehat dan bersih,” imbaunya. (cr20)