Iklan

batampos.co.id – Guna terus memberikan pelayanan air bersih ke pelanggan agar tetap andal, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) secara bertahap melakukan pekerjaan penguatan jaringan pipa pelanggan.

Suplai ke sebagian pelanggan ATB yang belum teraliri 24 jam dikategorikan dalam critical area dan stress area.

“Memang masih ada sebagian kecil dari pelanggan yang mendapat suplai air tidak 24 jam, hal tersebut di pengaruhi elevasi dan jalur distribusi masih dengan rezim suplai lama yang belum diganti, secara bertahap akan dilakukan perubahan rezim suplai distribusi ke pelanggan,” ujar Wahyu Widyanto, Manager Distribusi ATB Rabu (23/2/2017)

Wahyu menjelaskan, kategori stres area dan kritikal area di pengaruhi oleh elevasi atau dengan kata lainnya pelanggan berada di posisi tinggi.

Wilayah Batam yang terdiri dari perbukitan menjadikan pelanggan tersebar di daerah-daerah yang memiliki daerah perbukitan.

“Elevasi mempengaruhi suplai ke pelanggan, apalagi posisi pelanggan berada jauh dari sumber produksi air atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang di kelola ATB sehingga mempengaruhi suplai air. Air akan mengalir dari tempatĀ  terendah terlebih dahulu selanjutnya ke wilayah yang tinggi,” ujar Wahyu

Wilayah pelanggan yang dikategorikan stres area jika suplai air ke pelanggan mengalir kurang dari 15 jam. Sementara untuk kritikal area adalah jika gangguan suplai ke pelanggan hanya pada jam tertentu saja namun intensitasnya cukup sering.

Meminimalkan dampak gangguan suplai tersebut, ATB terus melakukan beberapa pekerjaan penguatan jaringan ke pelanggan secara bertahap.

Sejumlah jalur distribusi jaringan lama pelanggan bertahap akan di lakukan perubahan, termasuk mengoptimalkan tanki reservoir untuk cadangan suplai air saat terjadi gangguan aliran air.

Secara bertahap tiap tahun ATB lakukan pekerjaan penguatan jaringan distribusi untuk menguatkan suplai sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat ini

“Tim Project ATB terus melakukan pekerjaan penguatan jaringan pipa distribusi secara bertahap terutama untuk wilayah stres dan kritikal area yang terdampak. pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan,” ujarnya.

Sementara itu, daerah yang merupakan stres area meski terus berkurang namun masih terdapat beberapa wilayah khususnya daerah terujung dari Instalasi pengolahan air (IPA) mulai dari Bengkong Permai, Kampung Belimbing Sei panas, Kampung Bukit dan Kampung Ponjen Kavling bahagia Blok A.

Dari data yang dikumpulkan di bagian distribusi pelanggan yang mengalami stres area sejak tahun 2015 di bulan januari sebanyak 2,283 kk pada seiring dilakukannya pekerjaan bertahap stres area menurun menjadi 200 kk sedangkan di awal tahun 2016 sudah menurun sebanyak 100 kk.

Selain berkurangnya daerah yang terganggu suplai air nya, tingkat keandalan suplai didukung oleh adanya Commisioning dari beberapa project penguatan suplai yang telah di selesaikan. Commisioning berikutnyaakan dilakukan dalam waktu dekat.

“Commisioning dalam waktu dekat akan kita jalankan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan suplai ke pelanggan agar kritikal dan stres area jadi makin berkurang,” harap Wahyu

Selain untuk meningkatkan suplai ke pelanggan, Commisioning nantinya juga memanfaatkan fungsi dari tanki-tanki reservoir yang ada. Apabila ada pekerjaan terencana yang mengharuskan IPA berhenti berproduksi sementara waktu selama masa pemulihan pelanggan bisa di back up dengan aliran dari tanki reservoir. (rilis)