Iklan
Sejumlah pengendara melintas di Jembatan I Dompak, Selasa (14/2). Sejumlah lampu jalan yang terpasang di jembatan ini rusak. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Meskipun penggunaan penerangan Jembatan I Dompak belum difungsikan, namun sejumlah lampu penerangan di atas jembatan tersebut sudah mulai rusak. Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengklaim kerusakan tersebut disebabkan oleh faktor alam.

Iklan

Pantauan Batam Pos di Jembatan I Dompak, Rabu (22/2) siang. Sekitar belasan lampu penerangan yang sudah tidak utuh lagi. Karena sudah tidak memiliki kepala untuk membungkus lampu halogen yang sudah terpasang. Kerusakaan yang terjadi, akan menyebabkan adanya biaya tambahan untuk perbaikan.

“Kita sudah melakukan pengecekan di lapangan. Memang ada beberapa lampu penerangan jalan yang rusak,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kepri, Hendrija menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin.

Dikatakannya, tanggungjawab untuk menuntaskan pembangunan Jembatan I Dompak baru diberikan kepada dirinya. Karena selama ini, dirinya adalah sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas PU. Masih kata Hendrija, penyelesaian pembangunan memang menjadi rekomendasi dari Komisi Keselamatan Jalan Terowongan dan Jembatan (KKJTJ).

“Terkait kerusakan yang ada tentu akan diperbaiki. Tetapi yang jelas, kerusakan yang terjadi bukan karena tangan manusia. Murni karena alam, apalagi sekarang ini sedang berlangsung musim angin utara,” papar Hendrija.

Lebih lanjut katanya, untuk menuntaskan pembangunan jembatan tersebut, Pemprov Kepri melalui PU Kepri sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 11,5 miliar. Secara keseluruhan membutuhkan anggaran hampir Rp 26 miliar.

“Apa yang kami kejar sekarang ini adalah mendapatkan sertifikasi kelaikan dari KKJTJ. Apalagi dalam pekerjaan mengalami banyak rintangan dan kendala. Tentu perlu penegasan tentang kelaikan Jembatan tersebut,” tutup Hendrija.

Seperti diketahui, Jembatan I Dompak yang sudah menelan anggaran daerah sebesar Rp 312 miliar tersebut, digunakan secara resmi pada 29 November 2016 lalu.

Jembatan tersebut juga diusulkan untuk disematkan nama HM. Sani, sebagai dedikasi atas pengabdiannya dalam membangunan Provinsi Kepri. Penerangan jembatan menjadi persoalan. Karena menyangkut keselamatan pengendara yang melintas.(jpg)