batampos.co.id – Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kepri menyisakan 26 jenazah TKI ilegal yang tenggelam di Johor, Malaysia, Januari lalu, lagi yang belum teridentifikasi.

Iklan

Terakhir DVI Polda Kepri berhasil mengidentifikasi sebanyak 4 jenazah

Empat orang yang sudah teridentifikasi yakni Marlinda Sere asal Ende, Mat Jumadin asal Jawa Timur, Tarsysiuk Mauk asal Nusa Tenggara Timur, dan Khalimah asal Sampang, Jawa Timur.

Hingga kini total jenazah yang sudah teridentifikasi sebanyak 20 orang. 10 jenazah di RS Bhayangkara dan 10 jenazah di Johor, Malaysia.

ā€¯Sedangkan yang belum teridentifikasi sebanyak 26 orang, 10 di sini (RS Bhayangkara) dan 16 di Johor,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, kepada Batam Pos, Selasa (21/2).

Berhasilnya diidentifikasi empat jenazah tersebut, hasi dari koordinasi yang dilakukan oleh DVI Polda Kepri dengan pihak RS Mershing, Johor. Koordinasi ini dilakukan untuk bertukar informasi antemortem dan juga beberapa hal lainnya.

“Tim DVI berangkat pada 15 Februari lalu,” ujarnya.

Sam berharap dengan adanya koordinasi ini, dalam waktu dekat pihaknya bisa kembali mengidentifikasi 10 korban kecelakaan laut tersebut.

“Kami maunya semuanya teridentifikasi, dan saat ini tim DVI sedang bekerja,” tuturnya.

Untuk pemulangan empat jenazah ini, Sam mengatakan pihakya akan berkerjasama dengan BNP2TKI.

“Kami koordinasikan dulu,” tuturnya. (ska)