Petugas mendata anak punk dan gelandangan yang diamankan di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (22/2). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 10 orang gelandangan dan pengemis (gepeng) diamankan petugas Satbinmas Polres Tanjungpinang dan Satpol PP Kota Tanjungpinang. Ke sepuluh gepeng itu terjaring razia operasi Bina Kesuma 2017, Rabu (22/2) pagi.

Pantauan di lapangan, dari 10 gepeng, delapan orang dewasa dan dua anak kecil. Mereka diamankan saat sedang menyisir di kawasan Vihara Bahtra Sasana, di kawasan Kota Lama, Pasar Tanjungpinang dan di seputaran Tepi Laut.

Saat didatangi petugas, berbagai alasan dilontarkan gepeng agar tidak dibawa untuk didata. Mereka mengaku sedang istirahat sehabis pulang kerja sebagai tukang cuci baju.

Tak hanya itu, saat digiring ke dalam mobil petugas, salah satu gepeng menepis kamera wartawan.

“Jangan fotolah. Sudahlah jangan foto-foto,” pinta salah seorang gepeng.

Selain itu anak punk yang juga ikut diamankan, meminta agar tidak dibawa. Ia beralasan kehadirannya bersama sejumlah rekannya tidak meresahkan masyarakat Kota Tanjungpinang.

“Kenapa kami ditangkap, kami tidak meresahkan masyarakat. Kami ini kan sama, sama manusia. Kami tak mau ditangkap seperti ini, jadi tolong lepaskan kami,” ujar pria dengan pakaian lusuh tersebut.

Terpisah Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro melalui Kasat Binmas AKP Sabarkasih Zalukhu, mengatakan para gepeng yang terjaring dalam operasi Bina Kesuma Seligi 2017 tersebut akan diberikan pembinaan dan nasihat supaya mereka tidak menggangu masyarakat.

“Pada prinsipnya mereka diberikan bimbingan, nasihat serta pembinaan. Maka kami amankan dan bawa ke Polres,” ujar Zalukhu.

Dikatakan Zalukhu, ke-10 gepeng itu sudah dilakukan pendataan. Rata-rata mereka memanfaatkan anaknya untuk meminta-minta pada warga yang berada di Vihara Bahtra Sasana.

“Mereka kebanyakan janda, tapi kan bisa kerja lain. Jangan anaknya dimanfaatkan untuk mengemis agar timbul rasa iba dari masyarakat. Rata-rata mereka punya motor. Mereka kami data dan buat surat pernyataan agar tidak mengemis lagi,” ucap Zalukhu.

Diamankannya para Gepeng dikawasan Kota Lama itu, menjadi perhatian masyarakat yang berada disana. Salah satunya penjual obat-obatan tradisional yang tidak mau disebutkan namanya. Ia mendukung kegiatan yang dilakukan petugas, karena selama ini keberadaan Gepeng disana sangat meresahkan masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah di Vihara Bahtra Sasana.

“Kadang itu, anaknya tidak menggunakan pakaian, disuruh minta-minta biar orang yang melihat iba. Bahkan, pernah juga sesama mereka (gepeng) berkelahi sampai berdarah karena berebutan uang dari orang yang memberi,”ujar wanita keturunan Tionghoa tersebut.

Untuk itu, wanita yang ditemui tak jauh dari Vihara tersebut, meminta agar petugas selalu melaksanakan kegiatan seperti itu. Hal itu, agar masyarakat yang hendak beribadah dan yang berada di seputaran kawasan Kota Lama tidak lagi merasa resah dengan ulah gepeng yang ada disana.

“Kami kasihan lihat anak-anak yang dimanfaatkan orang tuanya. Kami harap petugas sering melakukan kegiatan seperti ini, supaya bersih dari pengemis,” pungkasnya.(ias)

Respon Anda?

komentar