batampos.co.id -Hingga saat ini ada sebanyak 8 ribu orang karyawan PT Saipem Indonesia Karimun Branach (SIKB) yang sudah di PHK. Dan, sampai dengan akhir tahun nanti jumlah yang akan di PHK diperkirakan ada sebanyak 3 ribu orang.

“Ini disebabkan, karena jumlah pekerjaan juga tidak banyak,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Azmi Yuliansyah kepada Batam Pos, Rabu (22/2).

Memang, lanjut Azmi, dalam dua bulan nanti ada pekerjaan dari BP Tangguh untuk pembuatan modul. Hanya saja, pekerjaan itu tidak sebesar pekerjaan yang pernah dikerjakan pada dua tahun lalu. Apalagi, yang akan dikerjakan hanya dua modul. Sehingga, jumlah pekerja yang dibutuhkan juga tidak banyak. Saat ini, perusahaan sedang menyelesaikan pekerjaan pembuatan proyek Kaombo untuk keperluan pengeboran minyak dan gas.

Data November tahun lalu jumlah tenaga kerja sebanyak 13.605 orang. Jumlah ini sudah termasuk pekerja yang berasal dari perusahaan sub kontraktor dan dari jasa penyalur tenaga kerja. Jika saat ini masih ada 8 ribu pekerja, termasuk di dalamnya pekerja dari perusahaan sub kontraktor. Maka yang sudah diberhentikan dari perusahaan tersebut sekitar 5 ribu orang. (san)

Respon Anda?

komentar