batampos.co.id – Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri menuntut Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk membangun kembali Monumen Bahasa Melayu (MBM) Penyengat. Karena sudah jalan tiga tahun, proyek strategis tersebut mangkrak.

Iklan

“Kami sangat berharap penyelesaian pembangunan MBM Penyengat menjadi prioritas Pemprov Kepri 2018 mendatang,” ujar Ketua LAM Kepri, Abdul Razak, Rabu (22/1) di Tanjungpinang.

Dikatakan Abdul Razak, beberapa waktu ke depan Pemprov Kepri akan melakukan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepri. Tentu, pihaknya sangat berharap pembangunan MBM Penyengat menjadi salah satu prioritas yang harus diselesaikan.

“Besar harapan kita, supaya MBM wujud di 2018. Karena informasinya perubahan Detail Engineering Design (DED) MBM Penyengat akan dilakukan tahun ini, ” papar Abdul Razak.

Seperti diketahui, pekerjaan pembangunan Monumen Bahasa Melayu di bawah kendali Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri pada tahun 2014 lalu dikerjakan PT Sumber Tenaga Baru (STB) dengan kontrak kerja sebesar Rp 12,5 miliar mulai dilaksanakan pertengahan 2014 lalu. Pada perjalannya terjadi wan prestasi, yang menyebabkan kontraktor di black list.

Karena dinilai gagal, dibawah Gubernur Kepri priode 2010-2015, Muhammad Sani langsung membuat keputusan strategis, yakni memberikan perintah kepada Dinas PU Kepri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“LAM Provinsi Kepri menitahkan (meminta,red) Pemprov Kepri untuk melakukan pembangunan kembali MBM Pulau Penyengat, Tanjungpinang. MBM merupakan titah dari Mupakat 12 LAM Kepri dan Riau,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, lewat APBD murni 2016 Pemprov Kepri membuat perencanaan anggaran sebesar Rp 600 juta untuk perubahan DED MBM Penyengat. Hanya saja, hal itu urung dilakukan. Lantaran Pemprov Kepri kembali mengalami defisit anggaran.(jpg)