Pelabuhan merupakan BUMD yang memberikan kontribusi terbesar saat ini untuk Karimun. Foto: batampos.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun saat ini memiliki 4 badan usaha milik daerah (BUMD). Yakni, Perusahaan Daerah (Perusda), Badan Usaha Pelabuhanan (BUP), PT PDAM Tirta Karimun dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karimun. Namun, yang memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) hanya dua BUMD.

”Memang dari 4 BUMD yang kita miliki, hanya ada dua yang telah memberikan kontribusi. Seperti BUP pada tahun telah memberikan PAD sebessar Rp2,9 miliar lebih yang bersumber dari penghasilan pas pelabuhan domestik dan internasional. Kemudian, Perusda yang kita tahu saat ini hanya mengelola pasar telah memberikan kontribusi PAD tahun lalu Rp100 juta,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Batam Pos, Kamis (23/2).

Sedangkan, BUMD lain seperti BPR Karimun dan PT Tirta Karimun memang belum memberikan kontribusi. Tapi, tidak berarti tidak memberikan PAD ke daerah BUMD tersebut tidak sehat. Melainkan, seluruh BUMD dalam keadaan sehat. Apalagi, sampai saat ini keempat BUMD tidak memiliki hutang kepada pihak lain. Yang terpenting, operasional atau kegiatan usaha dua BUMD yang belum memberikan PAD ke daerah masih bisa tetap berjalan dengan baik.

Khusus BPR Karimun beberapa tahun lalu telah terkena kasus korupsi yang dilakukan oleh direkturnya sendiri pada saat itu. Akibatnya, kondisi keuangan BPR terganggu. Selain itu, BPR masih dalam pengawasan oleh otoritas jasa keuangan (OJK). “Untuk itu, kita tidak membebankan PAD. Yang terpenting kegiatan usaha simpan pinjam dan jasa lainnya di BPR tertap bisa berjalan normal,” jelasnya.

Sama halnya dengan PT Tirta Karimun, dulunya merupakan unit usaha dari Perusda. Tapi, dalam dua tahun tahun terakhir sudah berdiri sendiri. Dan, diketahui juga bahwa pada saat itu kondisi usaha air bersih masih mengalami kekurangan sarana pendukung, salah satunya waduk, mesin pompa air dan juga listrik. Seperti di Pulau Karimun, waduk yang digunakan untuk mensupklai air hanya berasal dari Sei Bati.

”Insya Allah, jika tidak ada halangan bulan depan akan PT Tirta Karimun akan mulai mengoperasikan waduk di Desa Pongkar. Sebelumnya sudah ada penambahan pemasangan pipa dan juga mesin pompa air. Ditambah lagi, bulan depan sudah bisa menggunakan listrik sehingga, bisa maksimal kerja pompa air. Sebelumnya pompa air menggunakan listrik tenaga surya dan tidak bisa maksimal bekerjanya. Dan, masalah air ini merupakan salah satu janji saya setahun lalu ungtuk segera teratasi. Termasuk waduk air bersih di Pulau Kundur matret atau April juga sudah bisa dioperasikan,” ungkapnya. (san)

Respon Anda?

komentar